Kok Langsung Ngacir, Jose?
Senin, 19 Des 2005 08:30 WIB
Jakarta - Sebenarnya bisa saja Jose Mourinho mendengar Arsene Wenger melirihkan kalimat "Selamat, tim Anda menang (lagi)" di telinganya, tapi ia malah "menolak" menemui seterunya itu.Itulah salah satu cerita menarik dari derby panas Arsenal versus Chelsea di Highbury hari Minggu (18/12/2005).Sebagaimana semua orang mahfum, duel tersebut bukan hanya untuk mencari penguasa London pekan ini, tapi juga mencari tahu kelanjutan rivalitas di antara kedua manajer yang kerap ejek-ejekan lewat media massa.Terakhir mereka bahkan sempat dekat ke pengadilan saat Wenger tak terima disebut "voyeur" atau "tukang intip". Wenger kemudian mengurungkan niatnya itu karena dia pun sempat menyeletuki Mourinho "stupid" (dungu).Merasa profesional, Wenger mengaku siap berjabatan tangan dengan Mourinho setelah pertandingan tadi malam berakhir, sebagai bukti bahwa masalah 'gelar-gelaran buruk' itu sudah dianggap angin lalu."Saya akan selalu melakukannya. Saya merasa itu adalah masa yang lalu dan yang terpenting setiap orang dapat melihat baiknya pertandingan sepakbola," ungkap pria Prancis itu."Bagi saya yang terpenting Arsenal mengalahkan Chelsea. Namun saya selalu melakukan sikap yang sama (usai pertandingan menjabat tangan pelatih lawan) dan menghormati orang lain," ujarnya.Apa yang terjadi kemudian? Kamera televisi tidak berhasil memperoleh gambar yang dinanti-nantikan itu. Rupanya Mourinho terbirit-birit ke ruang ganti meskipun faktanya dia keluar sebagai pemenang karena Chelsea unggul 2-0.Ditagih soal salaman, Wenger dengan diplomatis menjawab, "Saya tidak melihat dia." Kok langsung ngacir, Jose?Okelah Wenger sudah berusaha sportif dengan niatnya itu, tapi apakah ia menerima kekalahannya pula dengan lapang dada? Soal ini, eit, nanti dulu. Ia takkan pernah mau mengakui superioritas Mourinho dan anak-anak buahnya."Chelsea tak lebih baik dari kami. Saya merasa gol pertama-lah yang mengubah permainan ini," cetus Wenger merujuk pada dianulirnya gol Robin van Persie saat kedudukan masih 0-0. "Gol itu sangat penting dan wasit membuat keputusan keliru. Buatku gol itu sempurna." Wenger juga mengeluhkan tidak diusirnya Michael Essien yang melakukan tekel keras terhadap Lauren, sedangkan gelandang Chelsea itu sebelumnya sudah mengantongi kartu kuning. "Rupanya wasit tidak berani," sindirnya.Soal ini Mourinho memberi perlawanan. Ia menilai Wenger ingin mengambil keuntungan dari sedang buruknya citra Essien gara-gara tekel brutal yang dilakukannya terhadap pemain Liverpool Didi Hamann beberapa waktu lalu."Ini seperti strategi memanfaatkan imaje Essien saat ini. Dia melakukan kesalahan dan telah menerima hukuman atas itu. Kupikir saat ini dua layak dipandang sebagai pemain hebat. Tidak ada poin negatif lagi darinya," papar Mourinho.Sebaliknya, pelatih asal Portugal itu malah mengisyaratkan agar bek Arsenal Philippe Senderos-lah yang mesti diusir dari lapangan karena dua kali melakukan pelanggaran keras terhadap Didier Drogba dan Arjen Robben.Jadi, apa itu alasanmu tak mau bersalaman dengan Wenger, Jose?Foto: Wenger dan Mourinho agaknya belum bisa berdamai (ist). (a2s/)











































