ADVERTISEMENT

Kritik Premier League, Penyerang Watford Sebut-sebut Pangkas Rambut dan Anak

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Selasa, 19 Mei 2020 07:15 WIB
Watfords Troy Deeney, left, challenges for the ball with Tottenhams Son Heung-min during the English Premier League soccer match between Watford and Tottenham Hotspur at Vicarage Road, Watford, England, Saturday, Jan. 18, 2020. (AP Photo/Frank Augstein)
Penyerang Watford Troy Deeney menolak ikut latihan tim yang bisa dimulai pekan ini. (Foto: Frank Augstein/AP Photo)
Jakarta -

Premier League selangkah lebih dekat untuk kembali berjalan setelah latihan berkelompok kecil diizinkan pekan ini. Tapi masih ada kekhawatiran dari pemain.

Klub-klub Premier League bisa kembali menggelar latihan tim mulai Selasa (19/5/2020) ini di tengah pandemi virus Corona. Dalam pemungutan suara yang digelar Senin (18/5) kemarin, klub-klub sepakat untuk memulai latihan dalam kelompok-kelompok kecil, dengan protokol ketat.

Tapi bukan berarti para pemain sudah merasa aman dan bebas dari kekhawatiran. Penyerang sekaligus kapten Watford, Troy Deeney, menegaskan tak akan ikut latihan dulu karena belum ada jaminan bakal aman.

Ia menyoroti rencana Premier League untuk segera kembali menggulirkan kompetisi, sementara protokol lockdown di Inggris masih berlaku. Kendati pemerintah Inggris sudah agak melonggarkan protokol, namun hal itu masih terbatas untuk kepentingan tertentu.

"Kami akan kembali ke lapangan pekan ini. Saya sudah bilang, saya tidak akan berangkat," ungkap Deeney dalam obrolan di acara Youtube bertajuk Talk the Talk, seperti dilansir Sportsmole.

"Dalam pertemuan itu saya menanyakan pertanyaan sangat simpel. Untuk orang kulit hitam, Asia, dan etnis campuran, mereka empat kali lebih berpeluang terinfeksi dan dua kali lebih memungkinkan menderita sakit berkepanjangan."

"Apakah kemudian ada pemeriksaan tambahan? Kepedulian untuk melihat apakah ada yang punya masalah kesehatan? Saya merasa itu harus ditangani. Saya tak bisa potong rambut sampai pertengahan Juli, tapi saya bisa masuk kotak penalti dengan 19 orang dan mencoba menyundul bola?"

"Saya tak tahu bagaimana itu bisa terjadi. Tidak ada yang bisa menjawab pertanyaannya, bukan karena mereka tidak ingin, tapi karena mereka tidak punya informasinya. Saya cuma bilang, kalau kalian tidak tahu informasinya, kenapa saya harus menempatkan diri dalam risiko?" imbuhnya.

Premier League menargetkan kembali bergulir pada 12 Juni. Sementara Inggris sendiri belum diketahui kapan bisa beranjak dari fase pertama lockdown.

Fase kedua, di mana sekolah-sekolah akan dibuka kembali dengan protokol ketat, diperkirakan paling cepat bisa dimulai pada 1 Juni mendatang. Sementara fase ketiga, yang mana bisa mencakup pembukaan kembali industri perhotelan, salon kecantikan dan tempat pangkas rambut, bar, serta bioskop, secepat-cepatnya dimulai pada 4 Juli.

Bagaimanapun juga, fase-fase ini akan bergantung pada perkembangan situasi terkait COVID-19 di Inggris.

"Cuma butuh satu orang untuk terinfeksi. Saya tak mau membawa virus itu ke rumah, anak saya berusia lima bulan dan dia sudah punya masalah pernapasan. Saya tak mau pulang ke rumah dan menempatkannya dalam bahaya lebih besar," sambung Deeney.

"Anda harus pulang dengan seragam kotor yang dipakai untuk latihan, kalau saya menaruhnya bersama baju anak atau istri saya, virus itu lebih memungkinkan untuk berada di dalam dan sekitar rumah."

"Saya sudah kehilangan ayah, nenek, kakek saya, saya sudah kehilangan kurang lebih semua orang yang saya pedulikan. Jadi itu buat saya, lebih penting daripada beberapa keping uang di kantong belakang saya," tandasnya.



Simak Video "Arsenal Menang, Sejarah Baru Terukir di Liga Inggris"
[Gambas:Video 20detik]
(raw/yna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT