sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Rabu, 27 Mei 2020 18:45 WIB

Gegara Siaran Ilegal, Pangeran Arab Terancam Gagal Beli Newcastle

Bayu Baskoro - detikSport
NEWCASTLE UPON TYNE, ENGLAND - FEBRUARY 01: A Newcastle United fan looks on prior to during the Premier League match between Newcastle United and Norwich City at St. James Park on February 01, 2020 in Newcastle upon Tyne, United Kingdom. (Photo by Mark Runnacles/Getty Images) Pembelian Newcastle United oleh Pangeran Arab Saudi terancam gagal. (Foto: Getty Images/Mark Runnacles)
Newcastle -

Pembelian klub Newcastle United oleh Pangeran Arab Saudi, Mohammed bin Salman, terancam gagal. Ada dugaan pelanggaran hukum internasional yang dilakukan Saudi.

Newcastle tengah dalam proses diakuisi oleh Pangeran Salman melalui Dana Investasi Publik (PIF) yang dimilikinya. Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi itu kabarnya membeli saham The Magpies seharga 300 juta paun (Rp 5,7 triliun).

Kendati demikian, proses akuisisi itu terancam gagal setelah muncul dugaan terkait kasus kejahatan yang dilakukan pemerintah Saudi. Melansir The Guardian, Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) menuding Negeri Petro Dolar itu terlibat dalam kasus pembajakan hak siar.

Dalam temuan WTO, Arab Saudi diklaim berada di belakang saluran TV satelit bajakan bernama beoutQ. Saluran tersebut mengalirkan tayangan-tayangan olahraga secara ilegal.

WTO menuliskan temuannya tersebut dalam sebuah laporan dengan tebal 130 halaman. Laporan itu belum akan dirilis sampai pertengahan Juni, namun pihak Premier League dikabarkan telah menerimanya dan 'membuat pengajuan hukum atas tindakan Arab Saudi'.

Sebelumnya FIFA, UEFA, Liga Premier, LaLiga, dan lainnya telah mencoba mengambil tindakan hukum terhadap beoutQ di Arab Saudi atas kasus streaming ilegal, tetapi sembilan perusahaan hukum lokal menolak untuk mengambil masalah hak cipta tersebut.

Selanjutnya kasus tersebut dibawa ke WTO. Badan tertinggi urusan perdagangan dunia itu lalu memutuskan pemerintah Saudi terlibat di balik beoutQ dan telah melanggar hukum internasional.

Laporan tersebut dapat membahayakan proses akuisisi Newcastle oleh Pangeran Salman. PIF bisa tersandung dalam tes uji kelayakan Premier League bila pemerintah Saudi terbukti melakukan kejahatan hukum di luar negeri, atau memberikan informasi yang menyesatkan.



Simak Video "WHO Dukung Kebijakan Saudi Buka Ibadah Haji 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(bay/pur)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com