sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Jumat, 29 Mei 2020 06:45 WIB

Bertahanlah Dulu di Tottenham, Kane

Rifqi Ardita Widianto - detikSport
LONDON, ENGLAND - DECEMBER 07: Harry Kane of Tottenham Hotspur celebrates after scoring his teams first goal during the Premier League match between Tottenham Hotspur and Burnley FC at Tottenham Hotspur Stadium on December 07, 2019 in London, United Kingdom. (Photo by Shaun Botterill/Getty Images) Harry Kane diharapkan bertahan dulu di Tottenham Hotspur. (Foto: Getty Images/Shaun Botterill)
Jakarta -

Juergen Klinsmann tahu rasanya harus meninggalkan Tottenham Hotspur demi trofi-trofi. Ia kini berharap Harry Kane bersabar dulu dan tak buru-buru pergi.

Kane belakangan dirumorkan bakal meninggalkan Tottenham seiring puasa gelar yang masih berjalan. Ia sebelumnya sudah sempat menyatakan siap hengkang jika tim tak lekas memenangi sesuatu.

Sepanjang kariernya bersama The Lilywhites, penyerang 26 tahun itu total sudah membukukan 181 gol dari 278 penampilan. Musim ini, Kane telah mencetak 17 gol dari 25 laga sebelum kompetisi-kompetisi dihentikan karena pandemi virus Corona.

Namun kontribusi besarnya itu belum menghasilkan trofi apapun. Prestasi tertingginya bersama Tottenham sejauh ini adalah jadi runner-up Piala Liga Inggris 2014/2015 dan Liga Champions 2018/2019.

Klinsmann memahami kegelisahan Kane untuk segera mengangkat piala. Ia sendiri pernah mengalaminya kala memperkuat Tottenham pada 1994/1995, yang finis di posisi tujuh Premier League dan mengakhiri musim tanpa gelar.

Klinsmann pada akhirnya bergabung Bayern Munich musim berikutnya dan pada akhirnya memenangi Piala UEFA (kini Liga Europa) dan Bundesliga. Tapi itu dilakukannya ketika sudah berusia 31 tahun.

Ia percaya Kane masih mampu mewujudkan mimpi juara bersama Tottenham, terlebih mereka punya skuad dan manajer yang bagus.

"Dia sangat bertalenta, luar biasa, dan sekarang berada di tahap karier di mana dia jauh lebih matang. Dia bukan pemain muda lagi, meskipun Anda melihatnya sebagai pemain muda," kata Klinsmann kepada talkSPORT, seperti dikutip Metro.

"Menyaksikannya dari kejauhan, Anda mengharapkan titel-titel untuknya sekarang. Ketika Anda bermain secara profesional, Anda mendapatkan kesempatan untuk bermain di lima tim teratas di negara manapun di dunia, maka segalanya adalah soal memenangi titel-titel."

"Jadi ya, saya tetap berharap untuk Spurs dan dia bisa mengumpulkan trofi-trofi, pada akhirnya memang semuanya tentang itu. Itu pula sebabnya saya pergi pada 95. Meski saya cinta bermain di White Hart Lane, saya harus pergi ke Bayern Munich karena saya bilang 'Saya kehabisan waktu'."

"Saya saat itu 31 tahun dan saya perlu memenangi beberapa trofi lagi. Tapi dia (Kane) punya kesempatan dengan Spurs, dia punya pelatih fantastis, dia punya tim yang fantastis, dan kami semua berharap bahwa gelar-gelar itu terjadi lebih cepat," imbuh juara Piala Dunia 1990 tersebut.



Simak Video "Harry Kane Diminta Contoh Gareth Bale Tinggalkan Spurs"
[Gambas:Video 20detik]
(raw/adp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com