sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Kamis, 04 Jun 2020 04:45 WIB

Banyak Kontroversi, Mesut Oezil Ditinggal Sponsor

Mohammad Resha Pratama - detikSport
Arsenals German midfielder Mesut Ozil runs with the ball during the UEFA Europa league round of 32 second leg football match between Arsenal and Olympiakos at the Emirates stadium in London on February 27, 2020. (Photo by Adrian DENNIS / AFP) Mesut Oezil tidak diperpanjang kontraknya oleh Adidas (ADRIAN DENNIS/AFP)
London -

Mesut Oezil belakangan lebih banyak membuat kontroversi ketimbang aksi menawan di lapangan. Imbasnya, playmaker Arsenal itu kehilangan dua sponsor penting.

Pertama-tama Oezil sudah tak lagi disponsori oleh produsen otomotif Mercedes-Benz sejak 2018. Keputusan Oezil pensiun dari Timnas Jerman jadi alasannya.

Oezil saat itu jadi kambing hitam karena performa buruk Die Mannschaft di Piala Dunia 2018 dan tersingkir di fase grup. Karier Oezil setelah itu cenderung tenggelam meski jadi pemain Arsenal dengan gaji tertinggi.

Dibayar 350 ribu paun per pekan, Oezil tidak mampu memperlihatkan performa apik di lapangan. Bahkan kabarnya dia sempat berselisih paham dengan Unai Emery selama menangani Arsenal sehingga jarang dipakai.



Sekalinya dipasang, Oezil malah gagal tampil bagus. Yang ada Oezil lebih banyak terlibat kontroversi di luar lapangan. Salah satunya karena kedekatannya dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Oezil, keturunan Turki, sempat beberapa kali tertangkap kamera berfoto bareng Erdogan yang membuatnya dikritik habis. Meski demikian, Oezil tak peduli image buruk Erdogan sebagai diktator. Erdogan bahkan jadi pendamping Oezil saat menikah dengan Amine Gulse tahun lalu.

Kontroversi Oezil tak selesai sampai di situ karena akhir tahun lalu dia secara terbuka mengkritik pemerintah China yang menindas etnis muslim Uighur. Alhasil, China geram dan melarang semua hal berbau Oezil di negara tersebut.



Terakhir, Oezil jadi pemain Arsenal yang menolak pemotongan gaji sebesar 12,5 persen di tengah pandemi virus corona. Segala hal buruk itu berimbas pada penghasilan Oezil ketika Adidas memutuskan tak lagi mensponsorinya mulai musim depan.

Kebetulan kontrak Oezil dan Adidas yang dijalin sejak 2013 akan berakhir musim panas ini. Padahal selama tujuh tahun disponsori Adidas, Oezil menerima 22 juta paun atau sekitar Rp 392 miliar.

Dilansir Daily Mail, ada alasan lain mengapa Adidas enggan lanjut kerja sama dengan Oezil. Perusahaan Jerman itu mengalami penurunan penjualan sampai 40 persen di kuarter kedua tahun ini karena teror COVID-19.

"Adidas tidak pernah membicarakan soal kontrak di publik," ujar juru bicara Adidas, Oliver Bruggen, kepada Bild terkait isu Oezil tersebut.



Simak Video "Liverpool Vs Arsenal Sengit: The Gunners Pemenangnya"
[Gambas:Video 20detik]
(mrp/aff)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com