sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Minggu, 07 Jun 2020 09:00 WIB

Demi Lancarkan Akuisisi Newcastle, Arab Saudi Siap Negosiasi dengan Qatar?

Adhi Prasetya - detikSport
NEWCASTLE UPON TYNE, ENGLAND - FEBRUARY 01: A Newcastle United fan looks on prior to during the Premier League match between Newcastle United and Norwich City at St. James Park on February 01, 2020 in Newcastle upon Tyne, United Kingdom. (Photo by Mark Runnacles/Getty Images) Proses akuisisi Newcastle masih terkendala masalah siaran ilegal yang dilakukan Arab Saudi. Foto: Getty Images/Mark Runnacles
Newcastle upon Tyne -

Akuisisi Newcastle United terancam batal karena masalah siaran ilegal. Untuk mencegah hal tersebut, konsorsium Arab Saudi selaku calon pembeli siap berdiplomasi dengan pemerintah Qatar.

Diketahui, mandeknya pembelian ini dikarenakan BeIN Sports, stasiun TV asal Qatar, melakukan protes kepada Premier League. Mereka menuduh pemerintah Arab Saudi berada di belakang saluran TV satelit bajakan bernama beoutQ, yang menyiarkan tayangan-tayangan olahraga secara ilegal.

Jumlah kerugian yang dialami BeIN tak main-main, yakni 500 juta Paun (sekitar Rp 8,8 triliun). BeIN sendiri dilarang mengudara di Arab Saudi, menyusul ketegangan hubungan politik antara Arab Saudi dan Qatar sejak 2017 lalu.

Masalah ini pun sudah diungkapkan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Dokumen setebal 123 halaman kabarnya sudah diberikan kepada Premier League terkait pelanggaran siaran itu, yang rencananya di-publish 16 Juni.

Diberitakan Daily Mail, konsorsium Arab Saudi di bawah pimpinan Pangeran Mohammed bin Salman mengaku tak terlibat dalam pelanggaran itu. Hanya saja, kasus di atas tetap menghambat proses akuisisi, bahkan bisa saja dibatalkan.

Oleh karena itu, mereka disebut telah meminta bantuan pemerintah Arab Saudi untuk membahas hal ini dengan pemerintah Qatar. Hal itu tentu tak mudah, mengingat embargo yang sudah dilakukan Arab Saudi selama ini kepada Qatar.

Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman alias MBS berpose di Tembok Besar ChinaPutra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman. Foto: dok. Reuters

Namun kini itulah yang bisa dilakukan. Dengan adanya bantuan politik, proses akuisisi Newcastle diharapkan bisa kembali berjalan lancar. Keputusan terkait keluar atau tidaknya izin akuisisi disebut akan diumumkan Premier League beberapa minggu lagi.

Newcastle sudah dimiliki Mike Ashley sejak 2007. Konsorsium Arab Saudi berencana membelinya seharga 300 juta Paun, yang disebut-sebut merupakan upaya Arab Saudi menancapkan kekuatannya di bidang olahraga, seperti yang dilakukan Qatar dengan Paris Saint-Germain atau Uni Emirat Arab lewat Manchester City.



Simak Video "Tottenham Diimbangi Newcastle 1-1"
[Gambas:Video 20detik]
(adp/mrp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com