sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Selasa, 30 Jun 2020 20:26 WIB

Proses Pembelian Newcastle: Ruwet, Ruwet, Ruwet!

Yanu Arifin - detikSport
Logo Newcastle United Proses akuisisi Newcastle United masih berjalan alot. (Foto: Getty Images/Mark Runnacles)
Newcastle -

Proses pembelian Newcastle United oleh konsorsium Arab Saudi belum juga rampung. Premier League menilai proses akusisinya cukup menyulitkan.

Newcastle ditawar Public Investmend Fund, konsorsium Arab Saudi yang dipimpin Putera Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman. Dana 300 juta paun disiapkan pihak Arab Saudi.

Berkas-berkas proses akuisisi itu sudah disodorkan ke Premier League, selaku otoritas liga yang diikuti Newcastle. Setelah 13 pekan lamanya, atau dua bulan lebih, belum juga disetujui, padahal klub mengaku mulai terganggu karena akusisi yang tak kunjung rampung.

Pada Selasa (30/6) waktu setempat, bos Premier League menjelaskan kepada Departemen Kebudayaan dan Olahraga Inggris bahwa ada masalah yang cukup sulit. Pihak Arab Saudi ditentang oleh pemegang hak siar Liga Inggris karena dugaan pembajakan hak siar.

Pengacara Premier League sudah menuntut Arab Saudi dalam tiga tahun terakhir. Namun, tuntutannya selalu dibatalkan.

"Saya menghargai ketidakpastian. Saya tidak bisa berkomentar terkait waktu spesifik dalam proses akuisisi apapun. Dalam proses akusisi yang sempurna, hal itu dilakukan dengan bersih, jelas, dan tepat waktu. Namun, kadang hal menjadi rumit," kata Masters seperti dilansir Mirror.

"Ini adalah proses yang sepenuhnya rahasia, yang melibatkan semua jenis tes dan penerapan uji pemilik dan direktur. Kami selalu mengatakan prosesnya bersifat rahasia, dan ketika proses itu berlarut-larut, ada persyaratan untuk menginformasikan. Ini hal yang jarang terjadi."

"Sulit untuk terus berdialog dengan fans tentang proses yang sedianya bersifat rahasia. Sulit mengomentari sesuatu yang rahasia. Kami tidak bisa komentar tentang berbagai hal. Saya tidak dapat berbicara tentang hal spesifik. Ada persyaratan hukum yang harus dipatuhi. Itu sulit. Ini adalah proses yang sepenuhnya rahasia," jelasnya.

Selain masalah pembajakan hak siar, Arab Saudi juga ditentang berbagai pihak karena citra negara tersebut. Diklaim ada banyak pelanggaran Hak Asasi Manusia yang dilakukan Arab, sehingga bertentangan dengan nilai-nilai Premier League itu sendiri.



Simak Video "Arteta Jawab Kekecewaan Oezil di Arsenal"
[Gambas:Video 20detik]
(yna/aff)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com