sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Kamis, 02 Jul 2020 23:08 WIB

'Xherdan Shaqiri Bukan Seorang Juara'

Yanu Arifin - detikSport
LONDON, ENGLAND - JANUARY 11: Xherdan Shaqiri of Liverpool in action during the Premier League match between Tottenham Hotspur and Liverpool FC at Tottenham Hotspur Stadium on January 11, 2020 in London, United Kingdom. (Photo by Richard Heathcote/Getty Images) Xherdan Shaqiri. (Foto: Getty Images/Richard Heathcote)
Basel -

Xherdan Shaqiri dinilai bukan seorang juara, kendati Liverpool baru saja merengkuh titel Liga Inggris musim ini. Minim kontribusi menjadi alasannya.

Liverpool sudah mengunci titel Premier League 2019/2020. Dalam prosesnya, Shaqiri tak terlalu banyak memberi kontribusi.

Pemain Swiss itu cuma enam kali bermain di Liga Inggris musim ini, itu pun hanya dua kali menjadi starter dan sisanya dari bangku cadangan. Satu gol sempat dicetaknya saat menghadapi Everton.

Terakhir kali Shaqiri bermain ketika masuk sebagai cadangan di menit-menit akhir laga melawan Tottenham, 11 Januari 2020. Dengan minimal ima penampilan dalam semusim untuk bisa meraih medali, maka Shaqiri juga tercatat sebagai juara Premier League musim ini.

Selama berkarier di level klub, Shaqiri total sudah merengkuh enam titel liga. Di Bayern, pemain 28 tahun itu merengkuh dua titel Bundesliga dan sekali Liga Champions. Bersama Die Roten, Shaqiri juga minim kesempatan dengan bermain 81 kali dan membuat 17 gol dalam tiga musim.

Sementara di Liverpool, Shaqiri baru punya 40 penampilan dalam dua musim, dengan musim ini total bermain 10 kali. Di musim 2018/2019, Shaqiri juga diganjar medali juara Liga Champions, dengan 4 kali penampilan di kompetisi Eropa itu.

Adapun Shaqiri bisa meraih tiga titel ketika masih bermain di Swiss. Ia membantu FC Basel hat-trick juara liga, dengan total penampilan 130 kali dan membuat 23 gol. Atas hal itu, Shaqiri dinilai bukan juara di Liverpool. Hal itu dilontarkan mantan manajer FC Sion, Arno Rossini.

"Xherdan bukan seorang juara. Kita tentu tidak bisa mengatakan dia meninggalkan jejaknya bersama tim-tim yang dimenangkannya. Setidaknya tidak dengan bersama pemain-pemain hebat. Dia adalah protagonis di Basel, tapi tidak di Bayern atau Liverpool," kata Rossini kepada Tio, yang dilansir Sportbibe.

"Katakanlah, bahwa selama bertahun-tahun, dia sering mengikuti pertandingan timnya sebagai penonton. Dia duduk di tempat terbaik, dan dibayar jutaan juga untuk kegiatannya itu."

"Tentu saja, Xherdan menghiasi buletin dan melihat rekening banknya meningkat secara dramatis. Saya tidak tahu berapa banyak, dalam 10 tahun, akan mengingatnya saat memikirkan tentang tim-tim hebat tempatnya bermain," sindir Rossini



Simak Video "Liverpool Siap Jual Adam Lallana, Shaqiri, dan Nathaniel Clyne"
[Gambas:Video 20detik]
(yna/pur)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com