Shearer: Makin Sulit Memprediksi Persaingan Titel Liga Inggris

ADVERTISEMENT

Shearer: Makin Sulit Memprediksi Persaingan Titel Liga Inggris

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Sabtu, 12 Sep 2020 14:25 WIB
LIVERPOOL, ENGLAND - NOVEMBER 10: Virgil van Dijk of Liverpool heads the ball clear as he is put under pressure by Bernardo Silva of Manchester City during the Premier League match between Liverpool FC and Manchester City at Anfield on November 10, 2019 in Liverpool, United Kingdom. (Photo by Laurence Griffiths/Getty Images)
Manchester City dan Liverpool mendominasi persaingan titel Liga Inggris dua musim terakhir. (Foto: Getty Images/Laurence Griffiths)
Jakarta -

Penyerang legendaris Inggris Alan Shearer sudah memilih jagoan di Premier League musim ini. Tapi ia juga mengakui kian sulit membaca persaingan, ini sebabnya.

Liga Inggris 2020/2021 akan resmi dimulai Sabtu (12/9/2020) malam WIB nanti. Partai Fulham Vs Arsenal di Craven Cottage akan menandai dimulainya musim baru.

Duel itu bisa disaksikan di Mola TV lewat link ini dengan berlangganan paket Sports and Entertainment.

Mantan penyerang Blacburn Rovers dan Newcastle United Alan Shearer menjagokan Manchester City untuk juara musim ini. Man City musim lalu harus puas jadi runner-up di belakang Liverpool, tapi musim ini sudah memperkuat diri dengan merekrut Nathan Ake dan Ferran Torres.

Di saat yang sama, Shearer mengungkap bahwa semakin sulit memprediksi persaingan gelar. Sebab bursa transfer masih dibuka sampai Oktober mendatang dan kedatangan pemain baru bisa mengubah peta pertarungan seketika.

"Ini cuma awal dari beberapa bulan yang menarik dan persaingan titel Premier League akan jauh lebih ketat ketimbang sebelumnya, ketika Liverpool sudah menyegelnya di periode Natal," ungkap top skor Liga Inggris tersebut dikutip BBC.

"Saya sudah menjagokan Manchester City untuk jadi juara kali ini. Tapi sangat sulit untuk membuat prediksi sekarang, tentang apa yang akan terjadi karena jendela transfer belum akan tutup sampai 5 Oktober."

"Kalau seseorang butuh bukti bagaimana besarnya perbedaan yang bisa dibuat satu atau dua perekrutan, mereka tidak perlu melihat lebih jauh dari Bruno Fernandes di Manchester United," imbuhnya.

Bruno Fernandes memang menjadi katalis untuk MU sejak kedatangannya di bursa transfer Januari lalu. 'Setan Merah' tak terkalahkan di 17 pertandingan beruntun sejak ia datang, memetik 12 kemenangan dan lima kali imbang.

Itu menjadi bukti bahwa satu perekrutan bisa mengubah daya saing sebuah tim.

"Ketika dia (Fernandes) gabung United di akhir Januari, mereka baru saja disoraki di Old Trafford setelah kalah dari Burnley, yang merupakan kekalahan keempat dalam tujuh laga. Kalau saya saat itu bilang bahwa United akan melaju tanpa kekalahan di 17 laga beruntun, saya akan ditertawakan di studio," sambung Shearer.

"Tapi kedatangan Fernandes mengubah keseluruhan tim, bukan hanya karena teknik dan kemampuannya untuk melepaskan umpan pembunuh, tapi karena kehadirannya tampak menambahkan 10% ekstra juga terhadap kemampuan pemain United lainnya."

"Dampak seperti itulah yang diinginkan setiap tim dari perekrutan yang sudah mereka lakukan musim panas ini, atau yang masih mereka harapkan untuk datang," tambahnya.

Selain itu, faktor lain yang sangat berpotensi memengaruhi persaingan adalah laga yang digelar tanpa penonton. Itu membuat tim-tim tuan rumah kehilangan atmosfer yang semestinya membuat lawan gentar.



Simak Video "Arsenal Menang, Sejarah Baru Terukir di Liga Inggris"
[Gambas:Video 20detik]
(raw/rin)

ADVERTISEMENT