ADVERTISEMENT

Liga Inggris Baru Mulai, Kok Banyak Hujan Gol?

Afif Farhan - Sepakbola
Rabu, 07 Okt 2020 09:55 WIB
BIRMINGHAM, ENGLAND - OCTOBER 04: On the big screen the final score of 7-2 is shown during the Premier League match between Aston Villa and Liverpool at Villa Park on October 04, 2020 in Birmingham, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Catherine Ivill/Getty Images)
Mengapa Liga Inggris Begitu Banyak Hujan Gol? (Getty Images/Catherine Ivill)
London -

Di sebulan pertama, Liga Inggris sudah hujan gol. Ada skor-skor besar dan kemenangan telak, apakah karena tidak adanya penonton di stadion?

BBC mencatat, ada 144 gol dalam 38 pertandingan pertama di Liga Inggris musim ini. Itu lebih banyak 40 gol dalam periode yang sama di musim lalu.

Beberapa pertandingan dengan skor-skor besar seperti, terbaru MU vs Spurs berakhir 1-6, Aston Villa vs Liverpool 7-2, dan Manchester City vs Leicester City 2-5.

BIRMINGHAM, ENGLAND - OCTOBER 04: Ollie Watkins of Aston Villa  celebrates after he scores his team's fourth goal and his hat-rick  during the Premier League match between Aston Villa and Liverpool at Villa Park on October 04, 2020 in Birmingham, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Rui Vieira - Pool/Getty Images)Kala Aston Villa bantai Liverpool 7-2 (Getty Images/Pool)

Rata-rata 3,79 gol tercipta per pertandingan. Itu merupakan angka tertinggi di Liga Inggris sejak 3,95 gol per pertandingan pada tahun 1930-31.

Rata-rata ada 4,05 'peluang besar' per pertandingan sejauh ini, lebih tinggi dari musim lalu. Bahkan konversi tembakan meningkat secara dramatis menjadi 16,1% dari 11%.

Pertanyannya, mengapa begitu bisa banyak terjadi hujan gol?

Faktor stadion yang kosong disebut-sebut menjadi salah satu penyebabnya (dikarenakan pandemi Corona). Tidak ada tekanan dari suporter, membuat para pemain lebih leluasa mengkreasikan serangan dan mencoba-coba hal baru untuk mencetak gol.

"Sepakbola adalah permainan yang didasarkan pada ancaman, ketakutan, dan itu telah menghilang tanpa ada penggemar di stadion," kata psikolog olahraga, Michael Caulfield.

Tidak ada suporter atau para fans, membuat para pemain dapat berpikir lebih jernih dan matang. Kehadiran suporter dinilai mempengaruhi 20 persen penampilan di lapangan.

MANCHESTER, ENGLAND - OCTOBER 04: A general view inside the stadium during the Premier League match between Manchester United and Tottenham Hotspur at Old Trafford on October 04, 2020 in Manchester, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Carl Recine - Pool/Getty Images)Stadion yang sepi penonton (Getty Images/Pool)

Michael Caulfield menambahkan, selain itu faktor persiapan jelang kompetisi dimulai juga mempengaruhi penampilan para pemain. Tak ayal, kompetisi liga-liga di Eropa sempat mandek akibat pandemi virus Corona.

Beberapa tim cuma punya sedikit pertandingan uji coba. Pun pertandingan di liga tidak 'seimbang'. Ada yang sudah bermain empat kali, ada yang baru tiga kali dikarenakan masih kurangnya waktu istirahat dari mengikuti sisa kompetisi di musim lalu.

"Pemain tak cuma merasakan kelelahan fisik. Tapi juga, kelelahan mental," tegas Michael Caulfield.

Belum lagi, VAR (Video Assistant Referee) begitu berpengaruh. Momen yang dinilai kontroversial, bisa diambil keputusan dengan tepat lewat tayangan ulang.

Maka Premier League, makin menarik untuk ditonton...



Simak Video "Arsenal Menang, Sejarah Baru Terukir di Liga Inggris"
[Gambas:Video 20detik]
(aff/pur)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT