Wenger Mau Tukar Status Invincible dengan Trofi Liga Champions?

ADVERTISEMENT

Wenger Mau Tukar Status Invincible dengan Trofi Liga Champions?

Okdwitya Karina Sari - Sepakbola
Jumat, 16 Okt 2020 16:15 WIB
Arsenals French coach Arsene Wenger looks at the trophy after the UEFA Champions League final football match Barcelona vs. Arsenal, 17 May 2006 at the Stade de France in Saint-Denis, northern Paris. Barcelona won 2 to 1.   AFP PHOTO ODD ANDERSEN (Photo by ODD ANDERSEN / AFP)
Arsene Wenger nyesel banget gagal membawa Arsenal juara Liga Champions 2005-06. (Foto: AFP/ODD ANDERSEN)
London -

Arsene Wenger mengakui gagal memenangi Liga Champions 2005/06 menjadi penyesalan terbesarnya. Wenger mau saja menukar musim invincible Arsenal dengan gelar itu.

Selama 22 tahun, Wenger menjadi nakhoda the Gunners dengan menghasilkan tiga titel Premier League, tujuh Piala FA dan tujuh Community Shield. Manajer berjuluk the Professor itu menyudahi kariernya di London Utara pada musim panas 2018.

Adapun warisan Wenger lainnya adalah Invincibles Arsenal. Meriam London mengukir sejarah karena melaju tidak terkalahkan di sepanjang musim untuk menjuarai Liga Inggris 2003/04. Rekor yang belum bisa disamai tim manapun sampai saat ini.

Akan tetapi, gelar juara Eropa menjadi satu-satunya yang kurang di tengah kesuksesan Arsene Wenger di Arsenal. Kesempatan tersebut sesungguhnya pernah hadir ketika Arsenal melaju ke final Liga Champions 2005/06 namun harus kalah 1-2 melawan Barcelona besutan Frank Rijkaard.

"Ya, tapi maksud saya adalah di 2006, kami maju ke final Liga Champions dan menyingkirkan Real Madrid, Juventus tanpa kebobolan," ungkap Wenger kepada TalkSPORT.

"Dan di final, kami mesti bermain dengan 10 orang setelah beberapa menit. Penyesalan terbesar saya adalah, memenangi Liga Champions di 2006 akan memahkotai periode dan generasi itu dan itulah yang pantas mereka dapatkan."

"Tapi takdir berkata lain dan Anda mesti menerimanya," lanjut Wenger.

Kiper Arsenal Jens Lehmann diusir dari permainan setelah melanggar Samuel Eto'o di luar kotak penalti saat pertandingan baru bergulir 18 menit. Meski begitu, Arsenal membuka skor pertandingan melalui gol Samuel Campbell untuk unggul hingga akhir babak pertama. Barcelona menentukan kemenangannya dengan dua gol dari Samuel Eto'o dan Juliano Beletti yang terlahir di 14 menit terakhir.

"Saya menanyakan pertanyaan itu pada diri sendiri berkali-kali. Mungkin saya akan hanya memainkan dua bek tengah saja di 13 menit terakhir saat kami tertinggal 1-2," kata Wenger tentang kegagalan Arsenal memenangi final Liga Champions di masa lalu.

(rin/krs)

ADVERTISEMENT