sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Selasa, 10 Nov 2020 06:00 WIB

Klopp dan Guardiola Tuntut Liga Inggris Terapkan 5 Pergantian Lagi

Rifqi Ardita Widianto - detikSport
MANCHESTER, ENGLAND - NOVEMBER 08: Jurgen Klopp, Manager of Liverpool interacts with Pep Guardiola, Manager of Manchester City following the Premier League match between Manchester City and Liverpool at Etihad Stadium on November 08, 2020 in Manchester, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Martin Rickett - Pool/Getty Images) Juergen Klopp dan Pep Guardiola mendesak penerapan kembali lima pergantian pemain. (Foto: Getty Images/Pool)
Jakarta -

Juergen Klopp dan Pep Guardiola menuntut Premier League menerapkan lima pergantian pemain lagi. Langkah itu demi melindungi para pemain.

Klopp dan Guardiola menyuarakan pandangan mereka usai duel Manchester City vs Liverpool di Etihad Stadium, Minggu (8/11/2020) malam WIB. Dalam pertandingan yang tuntas dengan skor 1-1 itu, Liverpool kehilangan Trent-Alexander Arnold karena cedera betis.

Sepanjang musim ini, Liverpool sudah kehilangan banyak pemain karena cedera. Virgil van Dijk malah harus absen lama karena cedera lutut parah, sementara pemain-pemain lain seperti Fabinho, Joel Matip, hingga Thiago Alcantara juga sudah masuk ruang perawatan.

Klopp mendesak agar Liga Inggris kembali menerapkan lima pergantian pemain. Sebab pandemi COVID-19 membuat jadwal begitu padat dan para pemain terdampak.

Perubahan itu memungkinkan jika sebuah tim mengajukan proposal dan didukung oleh minimal 14 klub. Tapi sejauh ini sudah dua kali proposal diajukan dan selalu gagal.

"Semua tim harus paham kenapa (lima pergantian pemain) sangat membantu. Itu bukan sebuah keuntungan, itu kebutuhan. 100%," ungkap Klopp dikutip Sky Sports.

"Di semua negara lain itu diterapkan dan di sini, kita agak mengolok-olok kompetisi dengan hanya menerapkan tiga pergantian pemain. Itu sangat luar biasa, jadi kita harus bicara lagi," sambungnya.

Manchester City sejauh ini rata-rata cuma memakai dua pergantian pemain per pertandingan. Meski demikian, Pep Guardiola memandang lima pergantian adalah sebuah kebutuhan mendesak.

"Seluruh dunia memakai lima pergantian, tapi di sini, kita percaya bahwa kita adalah orang-orang yang lebih spesial. Kita tak melindungi para pemain dan itulah sebabnya ini adalah bencana. Dengan kalender kompetisi seperti ini, terutama," katanya.

"Saya akan menuntut, kalau orang-orang mengizinkan, bahwa kita harus kembali ke lima pergantian pemain. Kalau tidak, sulit mempertahankan kompetisi ini," ujar Manajer Manchester City itu.

Satu hal yang membuat sejumlah klub menolak kembali diterapkannya lima pergantian pemain adalah karena itu dinilai menguntungkan klub-klub besar. Klub-klub besar punya skuad yang lebih tebal dan komposisinya lebih baik.

Manajer West Ham United David Moyes termasuk pihak yang sebelumnya menolak usulan penerapan kembali lima pergantian pemain. Tapi kini berubah pikiran.

"Saya sebelumnya merekomendasikan direksi kami bahwa kami mendukung tiga pergantian pemain dan tidak lebih. Saya harus bilang, pandangan saya sudah berubah sekarang karena kondisi pemain," ungkap Moyes.



Simak Video "Klopp Tegaskan Liverpool Masih Berburu Bek"
[Gambas:Video 20detik]
(raw/pur)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com