Nonton Bareng di Old Trafford Bersama detikcom (1)

Nonton Bareng di Old Trafford Bersama detikcom (1)

- Sepakbola
Rabu, 25 Jan 2006 00:05 WIB
Nonton Bareng di Old Trafford Bersama detikcom (1)
Jakarta - Akhir pekan lalu para pemenang tahap pertama kuis English Premier League yang diselenggarakan situs kesayangan Anda ini, bekerja sama dengan Indosat dan Manchester United Cafe, berada di Inggris untuk menikmati hadiah yang mereka menangi, yakni menonton langsung pertandingan Manchester United versus Liverpool di stadion Old Trafford, Minggu (22/1/2006).Selama berada di negeri kerajaan itu mereka dipandu oleh wartawan detikcom di London, Liza Arifin, yang menceritakan perjalanan dan pengalaman mereka dalam tulisan berseri berikut ini:"Ketika mendapat kepastian peserta akan tiba di London hari Jumat (20/1/2006) pukul 05.30 pagi dengan menggunakan pesawat Malaysian Airlines, terus terang saya agak panik. Bukan apa-apa, transportasi publik yang paling praktis dan murah, kereta api bawah tanah, baru mulai beroperasi jam 05.30, jadi pasti akan terlambat menjemput. Dibutuhkan sedikitnya satu setengah jam dari rumah kami ke bandar udara Heathrow.Bus kota memang beroperasi 24 jam, tetapi dibutuhkan waktu setidaknya tiga jam dan masih harus berganti-ganti pula, sementara menggunakan taksi akan terlalu mahal kalau harus bolak-balik ke dari rumah ke bandara lalu ke hotel. Saya akhirnya meminta suami menjemput mereka pakai mobil. Pesawat mendarat tepat jadwal. Setelah berkenalan dan ngobrol-ngobrol sejenak kami langsung meluncur ke hotel Holiday Inn Regents Park. Saat itu masih cukup pagi sehingga belum terlalu ramai dan dalam waktu hanya satu jam kami tiba di hotel yang terletak tepat di tengah ibukota Inggris ini.Kami meminta peserta untuk beristirahat satu-dua jam dan makan pagi. Kami berjanji akan kembali ke hotel sekitar pukul 11.00 untuk kami ajak keliling kota London. Maklum masih musim dingin, matahari baru keluar jam 08.00. Rasanya tak enak kalau terlalu pagi, dingin dan gelap.Tujuan pertama kami adalah mencari makan siang. Kami makan di Pecinan, Soho. Ada sebuah rumah makan Malaysia/Singapura/Indonesia yang walau kecil tetapi terkenal di London. Walaupun di Indonesia sudah terbiasa makan makanan barat, tetapi yang penting peserta kenyang dulu oleh makanan Asia. Kalau ingin mencicipi makanan Eropa, masih punya cukup waktu.Sebenarnya kami di London sudah bersiap mengajak mereka untuk mengunjungi stadion Stamford Bridge milik Chelsea dan Highbury kepunyaan Arsenal. Tapi kami agak surprise karena ternyata para peserta bukan penggemar bola fanatik, jadi tidak begitu tertarik.Kami akhirnya memutuskan untuk jalan-jalan mengunjungi tempat-tempat "standar" kunjungan wisata di London. Pertama ke Leicester Square tempat bioskop-bioskop yang sering dijadikan tempat pemutaran film perdana dunia dilakukan dan bintang-bintang filmnya menapaki karpet merah.Masih di seputar Leicester Square ada Piccadily Circus, konon tempat paling ramai di London dan banyak yang percaya kalau Anda berdiri 15 menit saja di tempat itu, maka Anda pasti akan ketemu seseorang yang Anda kenal, tidak peduli asal negara Anda.Lalu kami mengunjungi Covent Garden, sebuah pasar tua tempat seniman-seniman pertunjukan yang baru memulai karir: ngamen.Tentu saja tak lupa kami mengunjungi Buckhingham Palace, House of Parliament, tempat Big Ben berada dan gereja Westminster tempat orang-orang terkenal seperti ilmuwan Sir Isaac Newton dikuburkan. Kalau Anda penggemar novel Da Vinci karya Dan Brown Anda pasti tahu yang saya maksud.Kunjungan terakhir hari itu adalah ke Tower Bridge, jembatan khas di London yang sering disalahmengertii orang dan disebut sebagai London Bridge. Sambil berjalan-jalan di pinggir Sungai Thames diterpa angin yang semakin lama semakin menggigilkan tubuh.Tak terasa hari sudah pukul 17.00 sore dan gelap. Seperti saya katakan, di musim dingin matahari keluar sudah siang dan tenggelam sekitar pukul 16.00 sore. Salah seorang peserta, ibu Tan Siu Tjin, sudah cukup berumur dan mengaku sudah capai. Kami pun memutuskan pulang ke hotel untuk memberi kesempatan istirahat kepada peserta.Kami berjanji untuk menjemput kembali di hotel esok paginya sekitar pukul 10.00. Hari pertama selesai dengan selamat dan semoga cukup memuaskan peserta. Foto: Sedang berpose di salah satu sudut kota London. Dari kiri ke kanan: Fidesia Noor (Indosat), Liza Arifin (detikcom), Tan Siu Tjin (pemenang), Hernando Adrian Rondonumu (pemenang). (a2s/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads