Nonton MU di Old Trafford Bersama detikcom (2)

Nonton MU di Old Trafford Bersama detikcom (2)

- Sepakbola
Rabu, 25 Jan 2006 13:14 WIB
Nonton MU di Old Trafford Bersama detikcom (2)
London - Di hari kedua kami sedikit menghemat tenaga dalam berwisata di London untuk mengantisipasi banyaknya energi yang dibutuhkan untuk berangkat ke Manchester dan menonton bigmatch Manchester United vs Liverpool.Sebetulnya rombongan pemenang kuis nonton MU bersama detikcom rencananya akan dibasiskan di Manchester. Namun saya mengusulkan London bukan karena saya tinggal di kota ini, melainkan sayang sekali apabila ke Inggris tidak mampir di jantung negara ini.Ketimbang Manchester, lebih banyak yang bisa dilakukan orang (pelancong) di London. Juga kalau ingin merasakan the ultimate experience menjadi penggemar bola di Inggris, akan lebih terasa kalau mengikuti suka duka fans di kota ini untuk menonton tim kesayangan mereka.Ritual penggila sepakbola itu mengasyikkan walau terkadang terasa absurd. Misalnya, bagi yang tinggal di London dan ingin menonton Manchester United, mereka harus bangun pagi-pagi. Kereta dari stasiun kereta Euston, London, ke Piccadily, Manchester, berangkat setiap setengah jam dengan waktu tempuh sekitar tiga setengah jam. Waktu yang ideal untuk berangkat adalah antara jam tujuh hingga sembilan pagi agar ada cukup waktu di Manchester dan tidak terburu-buru.Tetapi celakanya, seringkali pihak operator kereta api untuk jam-jam itu di hari pertandingan enggan melayani pemesanan tempat duduk. Mereka tahu penonton bola akan berjibun. Mereka akan memanfaatkan situasi untuk menarik penumpang sebanyak mungkin walau tetap dalam batas aman. Siapa datang duluan akan dapat tempat duduk, sisanya silakan berdiri di ruang antargerbong, tidak boleh di lorong antar kursi. Penggemar bola tak akan peduli. Siap dengan atribut tim kesayangan, mereka berebut naik meskipun tiket London-Manchester tidak bisa dikatakan murah.Sebenarnya beberapa tahun yang lalu masih ada gerbong khusus untuk fans sepakbola. Namun rupanya kebijakan itu telah dicabut karena berulangkali terjadi keributan antarsuporter yang mabuk. Sekarang tempat duduk di kereta diacak.Biasanya, begitu sampai ke Manchester, yang mereka kunjungi adalah pub atau tempat minum. Bisa di tengah kota Manchester atau juga pub-pub di seputar stadion yang jumlahnya belasan. Mereka mengobrol saling bertukar pengalaman, membicarakan pertandingan yang mereka tonton, bertaruh, atau kalau tidak punya tiket, ya sibuk keliling mencari karcis di pasar gelap yang harganya bisa tiga-empat kali lipat.Begitu pertandingan selesai, mereka akan berlarian, berdesakan mengejar kereta untuk kembali ke London. Terlambat sebentar saja, taruhannya adalah berdiri Manchester-London.Dengan bayangan seperti itu dibenak, saya mengatur agar kegiatan di London di hari kedua tidaklah terlalu melelahkan. Kami harus menyimpan tenaga untuk menonton bola keesokan harinya. Kembali melakukan keliling kota, tetapi kali ini menggunakan bus wisata terbuka.Kami memulainya dengan mengunjungi Baker Street, tempat inspirasi tokoh detektif fiktif Sherlock Holmes diciptakan. Letaknya di pinggir Regent's Park, tak jauh dari hotel tempat menginap peserta. Di tempat ini juga ada museum patung lilin Madame Tussaud. Di tempat ini pula tur bus wisata dimulai.Sesampainya di London Eye rombongan dipecah dua. Saya menemani seorang peserta yang ingin naik roda raksasa berputar dan kemudian belanja oleh-oleh. Sementara sisanya, didampingi suami saya, ingin naik kapal menyusuri sungai Thames yang memang merupakan bagian dari paket bus wisata.Setelah agenda jalan-jalan hari kedua selesai, kami kembali ke hotel untuk beristirahat agar keesokan harinya siap bangun pagi dan tidak ketinggalan kereta ke Manchester. ****) Tulisan ini adalah bagian kedua dari catatan perjalanan wartawan detikcom di London, Liza Arifin, saat memandu pemenang periode pertama kuis English Premier League persembahan situs kesayangan Anda ini bekerja sama dengan Indosat dan Manchester United Cafe Jakarta, yang hadiahnya adalah menonton pertandingan MU versus Liverpool langsung di stadion Old Trafford hari Minggu (22/1/2006) lalu. Foto: Berfoto dengan latar belakang Greenwich yang terkenal itu. Dari kiri ke kanan: Fidesia Noor (Indosat), Liza Arifin (detikcom), Tan Siu Tjin (pemenang), Hernando Adrian Rondonumu (pemenang). (a2s/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads