Satu Hal yang Bikin Fabregas Keki sama Sarri di Chelsea

Okdwitya Karina Sari - Sepakbola
Senin, 07 Des 2020 21:00 WIB
LONDON, ENGLAND - JANUARY 05:  Cesc Fabregas of Chelsea emrbraces Maurizio Sarri, Manager of Chelsea as he comes off during the FA Cup Third Round match between Chelsea and Nottingham Forest at Stamford Bridge on January 5, 2019 in London, United Kingdom.  (Photo by Clive Rose/Getty Images)
Cesc Fabregas mengungkapkan kekekiannya kepada Maurizio Sarri saat masih berkarier di Chelsea. (Foto: Getty Images/Clive Rose)
Jakarta -

Mantan gelandang top Cesc Fabregas mengungkapkan hubungannya dengan Maurizio Sarri saat masih di Chelsea. Ada satu hal yang bikin Fabregas tidak senang.

Fabregas hanya setengah musim dilatih Sarri, sebelum hengkang ke AS Monaco pada bursa musim dingin 2019. Pemain yang kini berusia 33 tahun itu cuma dimainkan sebanyak 16 kali usai tergusur Jorginho, yang didatangkan dari Napoli untuk menunjang taktik sang pelatih.

Padahal Fabregas sebelumnya memiliki karier yang mengilap bersama the Blues. Setelah bergabung pada musim 2014/15, pemain yang pernah membela Arsenal dan Barcelona itu membawa Chelsea memenangi dua titel Premier League dan sekali Piala FA.

Fabregas membeberkan pengalamannya bekerja di bawah Sarri. Menurut Fabregas, Sarri merupakan pelatih yang kaku dan percaya tahayul.

"Dia menginginkan memainkan Jorginho yang bergabung Chelsea seharga 60 juta euro, hanya bermain di Piala Liga dan Liga Europa jelas tidak cukup untukku. Selama itu aku selalu menjadi starter dan akhirnya aku meninggalkan Chelsea," ungkap Fabregas kepada Tuttosport.

"Sarri itu pelatih yang bagus, tapi dia memiliki keyakinan kuat dalam kaitannya dengan taktik. Dia sangat percaya tahayul dan sulit mengubah pemikirannya. Sebagai contoh, dia selalu menginginkan kami, pemain-pemain Chelsea, untuk berlatih jam 3 sore. Itu adalah waktu yang buruk untuk pemain yang sudah berkeluarga seperti aku."

"Kami tidak bisa bertemu dengan anak-anak sepanjang hari. Mereka kan pergi sekolah waktu pagi dan mereka akan tidur ketika kami pulang ke rumah setelah sesi latihan. Suatu hari, kami meminta dia agar kami bisa latihan pada pagi hari. Dia bilang kami harus latihan jam 3 sore karena seorang profesor di Pisa telah membuktikan bahwa itu adalah waktu yang terbaik untuk tubuh. Tapi yang kutahu untuk pemain manapun adalah penting untuk menghabiskan waktu dengan keluarganya," lugas Fabregas.

Maurizio Sarri hengkang ke Juventus setelah memimpin Chelsea memenangi Liga Europa di 2019. Saat ini, Sarri masih menganggur usai diberhentikan Juve meski sukses mempersembahkan Scudetto kesembilan beruntun.

(rin/krs)