Prestasi Memang Mahal Harganya

Chelsea Rugi Besar

Prestasi Memang Mahal Harganya

- Sepakbola
Senin, 30 Jan 2006 14:14 WIB
Prestasi Memang Mahal Harganya
Jakarta - Obsesi Roman Abramovich dengan Chelsea-nya mulai berefek negatif. Saat The Blues mulai merajai kompetisi, kondisi keuangan mereka justru berbanding terbalik dengan mengalami kerugian. Harga mahal prestasi?Kedatangan Abramovich dan uang-uangnya memang telah merubah Chelsea menjadi klub kaya baru. Orang Rusia itu sudah menanamkan lebih dari 440 juta poundsterling sejak mengakuisisi Chelsea di tahun 2003. Dengan obsesi besarnya menciptakan klub raksasa, maka dimulailah revolusi di tubuh Chelsea. Mulai dari pelatih sampai pemain-pemain baru diboyong ke Stamford Bridge dengan harga mahal. Jadi walau disokong orang terkaya se-Rusia tidak mengagetkan pula kalau Chelsea kemudian dinyatakan merugi.Ya, dalam laporan keuangannya kepada para pemilik saham Chelsea diketahui kalau klub yang bermarkas di Stamford Bridge itu tekor sampai 140 juta poundsterling (sekitar Rp 2.32 triliun).Tak tanggung-tanggung memang. Jumlah tersebut bahkan menjadi rekor kerugian terbesar yang pernah dialami sebuah klub sepakbola. Dan jika dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya kerugian tersebut naik sebesar 60%. Atau artinya Chelsea terus merugi dalam dua tahun terakhir.Kerugian besar yang dialami Chelsea itu memang tak lepas dari kebijakan mereka soal transfer dan gaji pemain. Dari pemutusan kontrak Adrian Mutu dan Juan Sebatian Veron saja kas Chelsea sudah harus jebol 22,8 juta poundsterling (Rp 378,7 miliar). Dan tentu saja dari cara mereka mendatangkan pemain-pemain baru. Lihat saja bandrol harga Michael Essien yang didatangkan awal musim yang menyentuh angka 38 juta poundsterling. Belum lagi Claude Makelele (23 juta poundsterling) dan Hernan Crespo (16,8 juta poundsterling) yang didatangkan musim sebelumnya.Dan uang dalam jumlah besar yang dikeluarkan untuk pemain tak berhenti sampai di bursa transfer saja. Didatangkan dengan uang banyak, pemain pastinya juga "menuntut" dibayar tinggi.Seperti sempat dilansir TIMESONLINE, Frank Lampard, John Terry, Didier Drogba dan Damien Duff kini masuk ke jajaran pemain bergaji tertinggi di Liga Inggris. Sebagai gambaran Lampard digaji 60 ribu poundsterling (hampir Rp 1 miliar) seminggunya. Belum lagi Jose Mourinho yang juga menjadi pelatih termahal di tanah Inggris, 5 juta pounds per tahun.Bukan itu saja, salah satu penyumbang besar kerugian Chelsea adalah pemutusan kontrak mereka dengan peralatan olahraga Umbro yang mencapai nilai 25,5 juta poundsterling."Pengorbanan" Chelsea memang tak sia-sia. Kerinduan sepanjang 50 tahun mereka hapuskan musim lalu dengan meraih gelar juara Liga Inggris. Musim ini cerita keperkasaan Chelsea berlanjut dengan jauh meninggalkan Manchester United, Liverpool dan Arsenal di klasemen Liga Inggris. Di tingkat Eropa, Chelsea juga mulai berbicara di ajang Liga Champions."(Kerugian) ini semua menunjukkan restrukturisasi dari bisnis yang baru kami mulai musim 2003-2004 lalu. Dalam beberapa sisi pendapatan kami memang menurun, tapi itu terjadi demi titik impas yang kami targetkan terjadi tahun 2009-2010 mendatang," ungkap chief executive Chelsea Peter Kenyon pada situs resmi Chelsea.Chelsea sendiri padahal sudah mengetatkan ikat pinggang tahun kemarin. Dana untuk gaji pemain sudah turun sampai lima juta poundsterling. Sedangkan untuk pembelian pemain tereduksi sampai 74 juta poundsterling. Tapi tetap saja kas Chelsea terus tersedot.Meraih prestasi memang membutuhkan pengorbanan. Dan buat Chelsea pengorbanan yang mereka berikan adalah kondisi merugi di neraca keuangan mereka.Foto: Chelsea mejawarai Liga Inggris 2004-2005. Prestasi yang tidak murah. (chelsea) (din/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads