ADVERTISEMENT

Edouard Mendy Kiper Kelas Dunia? Tidak Secepat Itu, Manuel!

Kris Fathoni W - Sepakbola
Kamis, 17 Des 2020 18:50 WIB
BURNLEY, ENGLAND - OCTOBER 31: Edouard Mendy of Chelsea looks on during the Premier League match between Burnley and Chelsea at Turf Moor on October 31, 2020 in Burnley, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Oli Scarff - Pool/Getty Images)
Edouard Mendy Kiper Kelas Dunia? Tidak Secepat Itu, Manuel! (Foto: Getty Images/Pool)
Jakarta -

Manuel Neuer menyebut Edouard Mendy kiper kelas dunia. Tapi Rob Green, mantan kiper Chelsea, tidak sepakat. Penempelan status itu ke Mendy ia anggap kelewat cepat.

Neuer, yang merupakan kiper kelas dunia dari klub Bayern Munich, menyanjung Mendy dengan menyebut kiper Chelsea itu sudah masuk jajaran penjaga gawang terbaik dunia.

"Saat ini ada banyak kiper kelas dunia. Misalnya Edouard Mendy, yang pindah dari Rennes ke Chelsea. Ia seorang pemain yang sebelumnya cuma kita lihat di Ligue 1, lalu gabung klub besar, dan sukses dengan cepat. Itu menarik dilihat. Secara keseluruhan, saya senang melihat sedemikian banya kiper yang bagus karena kita semua seperti punya persaudaraan," kata Neuer kepada L'Equipe.

Rob Green tidak setuju dengan Manuel Neuer. Menurut sosok pengoleksi 12 caps di timnas Inggris itu, masih kelewat cepat untuk menyebut Edouard Mendy kiper kelas dunia. Itu lantaran ia belum cukup lama main di pentas teratas untuk meraih status tersebut.

"Ia melesat sedemikian cepat sehingga nyaris mustahil buat dirinya untuk bisa mengembangkan permainannya secepat itu dan kelewat cepat untuk sudah menyebutnya kelas dunia," ucap Green kepada Stadium Astro yang dikutip Metro.

"Baru lima tahun lalu ia di Prancis, mengantre dana bantuan buat pengangguran karena tak punya klub. Ia tak punya tempat. Lima tahun berlalu, ia kini main untuk Chelsea di Premier League. Secepat itu. Di Rennes, ia punya satu musim lalu promosi. Semusim di Ligue 1 dan apa itu cukup? Apa kesempatan itu sudah cukup mengasah kemampuan?"

"Dan ada soal keputusan-keputusan. Keputusan untuk maju meninggalkan gawang, kapan harus tetap berdiam diri, kapan harus tidak terlibat. Buat kiper, tak berbuat apa-apa itu opsi yang bagus. Hal macam itulah yang Anda pelajari seiring waktu, saat Anda menjalani pertandingan-pertandingan, khususnya secara konsisten di level tertinggi. Lihat rekam jejaknya, tengok jumlah penampilannya. Tidak banyak-banyak amat. Dan itu merupakan sebuah momen pembelajaran yang berat."

"Jadi kelewat cepat untuk menyebutnya kelas dunia, semata-mata karena ia baru memainkan sepakbola profesional selama empat atau lima tahun," kata Green soal Edouard Mendy.

(krs/cas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT