Sam Allardyce, 'Si Juru Selamat' yang Kini Latih West Bromwich Albion

Adhi Prasetya - Sepakbola
Kamis, 17 Des 2020 23:01 WIB
Sam Allardyce
Allardyce ditugaskan menyelamatkan West Brom dari zona degradasi. Foto: Twitter @WBA
Jakarta -

Sam Allardyce ditunjuk menjadi manajer baru West Bromwich Albion, menggantikan Slaven Bilic. Gaffer 66 tahun itu dikenal jago dalam menyelamatkan timnya dari jerat degradasi.

Bilic dipecat pada Rabu (16/12/2020) lalu, seusai timnya bermain imbang 1-1 melawan Manchester City. Bukan hasil yang buruk, namun masalahnya The Baggies baru meraih 7 poin hingga pekan ke-13 Liga Inggris, dan kini berada di zona degradasi.

Meski Bilic berjasa mengantarkan West Brom promosi ke Premier League pada musim lalu, namun kesabaran manajemen pada pria asal Kroasia itu sudah habis. Bilic didepak, dan Big Sam masuk sebagai pengganti.

Bukan tanpa alasan West Brom menunjuk Allardyce sebagai suksesor Bilic. Meski karier manajerialnya tak bergelimang trofi, ia memiliki reputasi yang unik, yakni mampu menyelamatkan tim-tim yang diasuhnya lolos dari zona merah di akhir musim.

Sky Sports mencatat tujuh tim yang diasuh Allardyce selama ini tak pernah terdegradasi dari Premier League. Beberapa tim bahkan diambil alih olehnya dalam kondisi yang tengah oleng, namun akhirnya berhasil bertahan di kasta tertinggi sepakbola Inggris tersebut.

Soccer Football - Premier League - Liverpool vs Everton - Anfield, Liverpool, Britain - December 10, 2017   Everton manager Sam Allardyce celebrates after the match                   Action Images via Reuters/Lee Smith    EDITORIAL USE ONLY. No use with unauthorized audio, video, data, fixture lists, club/league logos or Tim asuhan Allardyce tak pernah terdegradasi meski kebanyakan cuma sekadar klub medioker. Foto: Lee Smith/REUTERS

Salah satunya saat ia diangkat sebagai manajer Blackburn Rovers pada Desember 2008. Rovers tengah berada di urutan ke-19 klasemen sementara waktu itu, setelah hanya menang tiga kali dalam 17 laga. Namun di akhir musim 2008/09, Rovers dibawanya finis di urutan ke-15.

Tugas serupa berikutnya hadir di musim 2015/16. Sunderland menunjuknya sebagai pengganti Dick Advocaat pada Oktober 2015. Saat itu, Sunderland berada di urutan ke-19 klasemen sementara. Di akhir musim, The Black Cats finis di peringkat ke-17.

Allardyce kembali dipercaya menjadi juru selamat di musim berikutnya. Kali ini ada Crystal Palace yang memakai jasanya. Sebelum ia datang pada Desember 2016, Palace ada di urutan ke-17, satu strip dari zona degradasi. Di akhir musim, The Eagles berhasil finis di posisi ke-14.

Selanjutnya ada Everton. Di musim 2017/18, The Toffees cuma menang 4 kali hingga pekan ke-13. Sampai akhirnya Allardyce datang ke Goodison Park pada November 2017, ia berhasil mengubah kondisi timnya dan akhirnya Everton finis di urutan ke-8.

Semua catatan itu setidaknya membuktikan bahwa Allardyce punya rekam jejak yang bagus saat dipercaya menyelamatkan tim dari ancaman turun kasta. Kini, West Brom pun menantikan tuahnya kembali. Mampukah Big Sam melakukannya lagi? Menarik dinanti.

(adp/pur)