Kasus COVID-19 Masih Tinggi, Laga Aston Villa Ditunda Lagi

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Kamis, 14 Jan 2021 19:45 WIB
BIRMINGHAM, ENGLAND - JANUARY 08: General view outside the stadium prior to the FA Cup Third Round match between Aston Villa and Liverpool at Villa Park on January 08, 2021 in Birmingham, England. The match will be played without fans, behind closed doors as a Covid-19 precaution. (Photo by Shaun Botterill/Getty Images)
Villa Park yang jadi kandang Aston Villa (Getty Images/Shaun Botterill)
Birmingham -

Aston Villa masih dilanda badai virus corona belakangan ini. Alhasil The Villans harus mengalami penundaan laga lagi, kali lawan Everton akhir pekan.

Sejak meledaknya kasus COVID-19 di klub pekan lalu, Villa langsung menutup pusat latihannya dan membatalkan laga kontra Newcastle United. Alhasil, Villa harus menurunkan tim mudanya saat kalah 1-4 dari Liverpool di ajang Piala FA.

Nah, badai itu rupanya belum berlalu sehingga laga kontra Tottenham Hotspur tengah pekan ini harus ditunda. Rupanya hal itu juga berimbas pada pertandingan Villa lainnya.

Semula Villa dijadwalkan akan menjamu Everton di Villa Park, Minggu (17/1/2021) malam WIB, mundur sehari dari jadwal semula hari Sabtu. Tapi, lagi-lagi laga itu harus ditangguhkan karena persoalan serupa.

"Aston Villa mengonfirmasi bahwa laga Premier League kontra Everton hari Minggu ditunda. Laga kami menghadapi Newcastle United, yang ditunda karena penutupan pusat latihan, akan dihelat ulang pada Sabtu 23 Januari."

Dengan demikian, laga selanjutnya Villa adalah menghadapi Manchester City Rabu (20/1) pekan depan. Villa saat ini punya tiga pertandingan simpanan dan berada di posisi kedelapan dengan 26 poin, selisih enam angka dari posisi keempat yang ditempati Leicester City.

Duel Villa vs Everton adalah laga keenam Premier League yang ditunda sejak Desember, karena meningkatnya kasus penyebaran virus corona di Inggris belakangan ini.

Perayaan Natal dan malam Tahun Baru dianggap jadi biang keladinya karena sejak awal tahun ini, Premier League mencatatkan rekor kasus tertinggi, yakni 40 orang sebelum akhirnya turun ke 36 orang awal pekan ini.

Sejak awal musim, sudah ada 207 pemain dan staf yang diketahui positif corona dari 21 kali tes. Meski didesak untuk menghentikan musim sementara waktu, Premier League bersikukuh untuk melanjutkan karena merasa sudah melakukan protokol kesehatan dengan benar.

(mrp/aff)