sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Selasa, 23 Feb 2021 08:05 WIB

Liverpool Terjebak Perangkapnya Sendiri

Mohammad Resha Pratama - detikSport
LIVERPOOL, ENGLAND - FEBRUARY 03: Trent Alexander-Arnold and Andy Robertson of Liverpool speak with Referee Kevin Friend during the Premier League match between Liverpool and Brighton & Hove Albion at Anfield on February 03, 2021 in Liverpool, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Phil Noble - Pool/Getty Images) Liverpook jeblok gara-gara ulahnya sendiri (Getty Images/Pool)
Liverpool -

Liverpool hancur lebur setelah menjuarai Liga Inggris musim lalu. Hal ini terjadi karena The Reds terlalu jemawa dan akhirnya jatuh dalam perangkapnya sendiri.

Kekalahan dari Everton di Derby Merseyside akhir pekan lalu seperti kian membenarkan musim ini adalah mimpi buruk Liverpool. Liverpool menelan empat kekalahan beruntun di Liga Inggris yang membuat mereka terdampar di posisi keenam dan berselisih 19 poin dari Manchester City di puncak.

Ini adalah musim terburuk juara bertahan Premier League dan Liverpool sebagai klub besar tentu tak seharusnya seperti ini. Memang badai cedera dan pandemi virus corona sangat mempengaruhi performa tim.

Tapi ada satu penyebab utama mengapa Liverpool bisa jatuh sedalam ini, itu karena mereka terlalu jemawa akan kesuksesan selama dua tahun terakhir. Empat trofi dalam rentang dua tahun seperti sudah cukup sehingga para pemain kehilangan rasa lapar akan gelar.

"Kami terjebak ketika merasa pede akan selalu menang, karena kami tahu punya kualitas untuk menciptakan gol dari manapun," ujar bek kanan Liverpool Trent Alexander-Arnold seperti dikutip Daily Mail.

"Gol biasanya mengalir begitu saja musim lalu dan musim sebelumnya. Tapi kalau mau diurai, itu tidak terjadi begitu saja - itu terjadi karena kami terus bekerja keras, kami terus berusaha hingga menit akhir. Hal itu sangat membantu kami," sambungnya.

"Fakta bahwa kami masih melakukan ini artinya kami terus menciptakan peluang dan tidak memaksakan umpan-umpan. Tapi kami akan tetap dengan gaya kami dan kami akan mencari cara untuk bikin gol."

"Saya rasa kami melupakan beberapa hal penting musim ini dan kami berharap dapat melakukannya lagi, karena itu sudah jadi kebiasaan ," tutup Trent.

(mrp/raw)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com