Kans Terakhir dan (Bukan) Mimpi

Final Piala Liga Inggris

Kans Terakhir dan (Bukan) Mimpi

- Sepakbola
Jumat, 24 Feb 2006 10:54 WIB
Kans Terakhir dan (Bukan) Mimpi
Jakarta - Sudah mau dua tahun isi lemari tropi Manchester United tidak bertambah jumlahnya. Bagi klub yang mengklaim sebagai "Pride of England", kondisi ini tentu tidaklah membanggakan.MU, yang begitu dominan dalam satu dekade Premier League, ngos-ngosan dalam persaingan memperebutkan titel juara liga dalam tiga tahun terakhir. Setelah memenanginya di musim 2002/2003, berikutnya mereka kalah dari Arsenal dan Chelsea.Musim ini kesempatan itu juga sudah kecil, meskipun belum habis sama sekali. Dengan selisih poin yang cukup jauh dari Chelsea, hanya keberuntungan luar biasa yang bisa membawa Gary Neville ke posisi puncak di akhir kompetisi.Bagaimana dengan dua turnamen domestik lain? MU memang punya reputasi mentereng di Piala FA karena memegang rekor juara terbanyak. Dari 17 kali masuk final, pasukan "Setan Merah" mampu memenanginya sebelas kali.Tahun lalu mereka juga menembus babak pamungkas sebelum ditekuk musuh bebuyutannya Arsenal lewat adu penalti. Kekalahan itu menyebabkan MU kehilangan tropi yang di musim sebelumnya mereka pegang.Di Piala Liga Inggris alias Piala Carling, prestasi MU tidaklah bagus. Dari pertama kali diadakan pada musim 1960/1961, mereka hanya juara satu kali, yakni di tahun 1992. Kali terakhir MU masuk final turnamen ini adalah 2003, saat ditundukkan Liverpool 2-0.Kesimpulannya, MU belum lagi meraih gelar juara sejak memenangi Piala FA 2004 di bulan Mei, karena di Liga Champions pun sukses Sir Alex Ferguson tujuh tahun silam belum terulang lagi sampai sekarang -- musim ini bahkan tidak lolos ke babak knock-out.Jadi, tidak perlu berpanjang lebar, MU butuh memenangi duel finalnya melawan Wigan Athletic di Stadion Millenium, Cardiff, Minggu (26/2/2006) -- atau suporternya kembali gigit jari; atau kursi Ferguson akan kembali dikutak-katik; atau berbagai imbas lain dari sebuah kegagalan."Kami harus menjernihkan pikiran. Final ini menjadi amat penting setelah kalah dari Liverpool (di babak kelima Piala FA dua pekan lalu). Kami butuh ini untuk seluruh anggota klub," tegas kiper Edwin van der Saar.Kabar terakhir menyebutkan, Ferguson akan menurunkan skuad terbaiknya buat menghadapi Wigan. Dua pemain teranyarnya yang bernilai 12 juta poundsterling, Nemanja Vidic dan Patrice Evra, sampai-sampai dikembalikan ke bangku cadangan dari niat semula menjadikannya starter.Bagaimana dengan Wigan? Well, tidak perlu dibandingkan reputasi mereka dengan MU karena jelas tidak ada apa-apanya. Bahkan baru musim ini mereka bisa berkiprah di divisi utama Liga Inggris, setelah meninggalkan status amatirnya di tahun 1978.Wigan, yang berdiri sejak 1932, belum punya lemari koleksi tropi karena belum pernah sekalipun memenanginya di turnamen (resmi) apapun. Jadi, bisa tampil di final Piala Carling musim ini boleh jadi seperti mimpi buat tim asuhan Paul Jewell ini.Mimpi? Tidak juga. Kapten Arjan De Zeeuw tidak mau menganggap momen ini sebagai mimpi karena mimpi tidaklah riil. Faktanya, Wigan mampu mencapai babak puncak lewat perjuangan, termasuk dengan mengalahkan Arsenal di semifinal."Aku tidak mau bermimpi bisa merengkuh tropi ini. Aku tak suka hari-hari mimpi. Yang kuinginkan hanya melakukannya," tukas bek veteran asal Belanda ini.De Zeeuw, yang dikenal sangat disegani rekan-rekannya di lapangan karena tipikal pemimpin yang sedikit bicara banyak bekerja, menegaskan bahwa Wigan akan hadir di Wigan tidak dengan mental orang kalah."Ini akan jadi hari yang tak pernah dimiliki Wigan sebelumnya. Segera setelah kami lolos ke final, orang-orang mendatangi para pemain untuk memberi ucapan selamat. Lalu aku bilang pada mereka: 'Nanti saja setelah kami memenanginya'."Foto: Arjan De Zeeuw dan Edwin van der Sar akan bertarung memperebutkan Piala Caling 2006 (ist). (a2s/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads