Martial Ingin Bertahan Lama di MU? Ikuti Saran Ini

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Sabtu, 06 Mar 2021 19:00 WIB
MANCHESTER, ENGLAND - FEBRUARY 21: Anthony Martial of Manchester United takes a knee in support of the Black Lives Matter movement prior to the Premier League match between Manchester United and Newcastle United at Old Trafford on February 21, 2021 in Manchester, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Oli Scarff - Pool/Getty Images)
Anthony Martial diminta lakukan ini agar bertahan di Manchester United (Getty Images/Pool)
Manchester -

Karier Anthony Martial di Manchester United lagi dalam bahaya. Kalau ingin bertahan lama, Martial harus melakukan ini.

Martial memang naik-turun di bareng Setan Merah. Untuk musim ini, Martial tidak tampil memuaskan karena cuma bikin empat gol dari 21 pertandingan di Liga Inggris.

Bukan catatan yang bagus mengingat dia harus bersaing dengan Marcus Rashford, Edinson Cavani, dan Mason Greenwood. Bahayanya adalah Martial belum juga bikin gol di Liga Europa dan Piala FA.

Kondisi ini membuat Martial disorot habis dan makin jadi figur tak populer di mata fans. Padahal Martial termasuk pemain senior di skuat MU saat ini karena sudah bermain sejak 2015.

Jika statistik gol dan assist Martial tidak berubah banyak hingga akhir musim, bukan tak mungkin dia akan didepak dan diganti pemain lain yang lebih menjanjikan.

Tentu saja Martial tidak menginginkan ini dan kalau memang masih ingin bertahan di Old Trafford, Martial harus sedikit mengubah gaya mainnya. Martial diminta mencontoh Cristiano Ronaldo atau Wayne Rooney.

"Anda sebut saja Wayne Rooney. Dia bukan nomor 9. Tapi dia nomor 10 dan bisa bermain di sayap dan tampil sangat bagus, sehingga orang-orang tidak berpikir berapa banyak gol yang dibuatnya," ujar mantan striker MU, Louis Saha, kepada talkSPORT.

"Ketika dia bermain di posisi itu, maka orang-orang akan mengkritiknya ketika tidak bisa bikin gol," sambungnya.

"Saya rasa dia sudah paham itu, tapi Anthony Martial memang kerap merebut bola dan membantu tim dengan caranya sendiri, tapi saya rasa itu justru merugikan dirinya sendiri.:

"Ketika Anda lihat Cavani, dia sangat enerjik dan terkadang mengorbankan dirinya untuk mencapai posisi yang bagus. Itulah kekuatan utama Cristiano Ronaldo saat ini. Dia sudah di pengujung kariernya dan fokusnya cuma seberapa banyak gol yang dibuat."

"Dia tidak harus ada di posisi yang bagus atau coba bermain cantik, dia hanya coba merusak permainan lawan, mengganggu bek, dan masuk ke kotak penalti. Itu saja," tutup Louis Saha.

(mrp/ran)