MU Bisa Kalahkan Man City, Lalu Apa?

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Senin, 08 Mar 2021 17:50 WIB
MANCHESTER, ENGLAND - MARCH 07: Luke Shaw of Manchester United celebrates with Bruno Fernandes, Marcus Rashford and team mates after scoring their sides second goal during the Premier League match between Manchester City and Manchester United at Etihad Stadium on March 07, 2021 in Manchester, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Peter Powell - Pool/Getty Images)
Manchester United menang 2-0 atas Manchester City di Etihad Stadium. (Foto: Getty Images/Pool)
Jakarta -

Manchester United memang sudah mengalahkan Manchester City. Tapi target besarnya adalah menuntaskan musim sebaik mungkin. Bisa?

Manchester United menang 2-0 atas pemuncak klasemen, Manchester City, di Etihad Stadium, Minggu (7/3/2021) malam WIB. Kemenangan didapatkan berkat penalti Bruno Fernandes dan gol Luke Shaw.

Kemenangan itu memang 'cuma' memangkas selisih poin dengan Man City di posisi pertama kini 11 poin. Tapi minimal kemenangan ini jadi basis penting untuk menatap 10 pertandingan terakhir di Liga Inggris musim ini.

Banner derby Manchester

Apalagi di periode tersebut, 'Setan Merah' masih harus menghadapi tim-tim kuat macam West Ham United, Tottenham Hotspur, Liverpool, Aston Villa, hingga Leicester City. Mantan bek MU Gary Neville berharap betul kemenangan atas Man City menjadi momentum besar buat skuad besutan Ole Gunnar Solskaer tersebut.

Tak perlu muluk-muluk memikirkan menyalip Man City, saat ini Manchester United cuma perlu fokus finis sedekat mungkin dengan sang rival sekota.

"Kita tahu mereka belum cukup siap untuk memenangi titel dan itu terbukti dalam beberapa bulan terakhir, tapi yang penting adalah tuntaskan musim dengan baik. Saya sudah bicara soal menuntaskan musim dengan bagus atau buruk di posisi kedua," kata Gary Neville dilansir Sky Sports.

"Finis buruk di posisi dua itu ketika performa meluntur menuju akhir musim dan liga menjadi agak buruk, City memenanginya dengan mudah, dan Anda tertinggal 20 poin dan sama sekali belum mendekat."

"Sementara kalau Anda bisa mengejar dan finis di jarak 7-8 poin dari City, itu akan dianggap sebagai sesuatu. Ketika Liverpool mengejar City selama dua atau tiga, empat tahun itu, mereka kian dekat setiap tahunnya," sambungnya.

[Gambas:Opta]

(raw/krs)