Neymar yang Menantang buat Wan-Bissaka

Okdwitya Karina Sari - Sepakbola
Jumat, 12 Mar 2021 18:25 WIB
Paris Saint-Germains Brazilian forward Neymar (R) vies with Manchester Uniteds English defender Aaron Wan-Bissaka (L) and Manchester Uniteds Scottish midfielder Scott McTominay during the UEFA Champions League group H football match between Manchester United and Paris Saint Germain at Old Trafford in Manchester, north west England, on December 2, 2020. (Photo by Oli SCARFF / AFP)
Aaron Wan-Bissaka (kiri) mengatakan, Neymar (kanan) merupakan salah satu lawan tersulitnya. (Foto: AFP/OLI SCARFF)
Manchester -

Aaron Wan-Bissaka mengungkapkan, Neymar adalah salah satu lawan tersulit bagi dia. Namun, bek kanan Manchester United ini punya cara untuk menghadapi duel itu.

Wan-Bissaka sudah dua kali bertarung dengan superstar sepakbola Brasil itu yang terjadi di babak grup Liga Champions musim ini. Hasilnya, Wan-Bissaka membantu MU meraih satu kemenangan dan sekali kekalahan.

Pemain internasional Inggris itu tampil impresif di masing-masing pertandingan itu, yang ditandai dengan satu assist walau Setan Merah tumbang 1-3 di Old Trafford pada Desember silam. Sedangkan Neymar sukses menceploskan sepasang gol di pertandingan yang sama.

Sekalipun, Neymar sulit dikawal Aaron Wan-Bissaka menikmati duel-duel itu. Pesepakbola berusia 23 tahun itu sebisa mungkin tidak melanggar Neymar.

"Aku akan bilang Neymar," dia mengatakan kepada Uefa.com. "Dia itu seorang pemain yang cukup menantang, tapi aku selalu siap menghadapinya, dan aku menikmatinya, pengalamannya bermain melawan dia. Itu berarti banyak."

"Aku memikirkan untuknya, tergantung dia ada di mana di atas lapangan. Dia itu pemain yang sering memaksakan pelanggaran dari lawan, dan jadi bagiku, kalau aku melawan dia, hanya berusaha agar tidak melanggar dia karena itulah apa yang dia inginkan."

Untuk menghadapi lawan yang tricky seperti Neymar, Wan-Bissaka mengungkapkan bahwa konsentrasi merupakan hal yang krusial.

"Pemain-pemain bertahan sebagian besar menjadi target di atas lapangan untuk dilewati. Jadi tergantung pada konsentrasi, kesadaran, dan itu adalah sesuatu yang Anda harus siap selama 90 menit," sambung dia.

"Bagiku, aku terutama melihat mereka itu kakinya apa. Itu akan menjadi informasi utama yang kubutuhkan, dan ini cuma soal timing, memaksa mereka menggunakan kaki yang lebih lemah dan melakukannya dari situ," simpul Aaron Wan-Bissaka.

(rin/krs)