Profil Oxford United yang Akan Diakusisi Anindya Bakrie & Erick Thohir

Putra Rusdi K - Sepakbola
Selasa, 23 Mar 2021 12:15 WIB
OXFORD, ENGLAND - MAY 02: A General view outside the Kassam Stadium, home of Oxford United on what would have been the final weekend of the 2019/2020 season for EFL Clubs in The Championship, League one and League Two May 02, 2020 in Oxford, England. Sport is on hold while the world deals with the Coronavirus Covid-19 pandemic. British Prime Minister Boris Johnson, who returned to Downing Street this week after recovering from Covid-19, said the country needed to continue its lockdown measures to avoid a second spike in infections  (Photo by Catherine Ivill/Getty Images)
Profil Oxford United (Foto: Getty Images/Catherine Ivill)
Jakarta -

Anindya Bakrie dan Erick Thohir sebentar lagi bakal memiliki saham mayoritas dari Oxford United. Lalu, bagaimana kiprah Oxford dalam kompetisi di Inggris?

Duo pengusaha Indonesia Anindya Bakrie dan Erick Thohir tengah dalam proses untuk mengakusisi saham mayoritas dari klub kasta ketiga Liga Inggris (League One), Oxford United. Keduanya yang sudah memiliki saham di Oxford sejak 2018 kini berusaha membeli 51 persen saham di klub tersebut yang dikuasai oleh Sumrith 'Tiger' Thanakarnjanasuth.

Oxford merupakan klub yang berdiri sejak 1893 atau 128 tahun yang lalu dengan nama Headington United. Klub kemudian baru berubah nama menjadi Oxford United pada 1960 demi menarik penduduk kota Oxford untuk mendukung tim ini.

The Us memang berhomebase di kota Oxford yang berjarak 103 km dari London. Kota ini terkenal dengan University of Oxford yang merupakan salah satu univesitas terbaik di dunia.

Klub berlogo banteng tersebut awalnya bermarkas di Manor Ground sebelum pindah ke Kassam Stadium sejak 2001. Kandang mereka saat ini memiliki kapasitas sebesar 12.400 ribu tempat duduk.

OXFORD, ENGLAND - MARCH 16: General view inside the stadium ahead of the Sky Bet League One match between Oxford United and Doncaster Rovers at Kassam Stadium on March 16, 2021 in Oxford, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Catherine Ivill/Getty Images)Kassam Stadium (Photo by Catherine Ivill/Getty Images) Foto: Getty Images/Catherine Ivill

Sepanjang sejarah klub, Oxford sempat membuat kisah bak dongeng pada rentang 1983-1986. Mereka melesat dari divisi ketiga ke kasta teratas setelah menjuarai divisi tiga dan divisi dua secara beruntun. Oxford melanjutkan kisah manis dengan meraih gelar Piala Liga Inggris pada musim 1985-1986.

Namun setelah itu prestasi mereka tak lagi terlalu menterang. Sejak era Premier League pada 1992, Oxford lebih banyak berkutat di divisi bawah.

Seperti yang disebutkan di atas Oxford kini mentas League One atau kasta ketiga Liga Inggris. Oxford hampir saja promosi ke Championship Division pada musim lalu tapi di final babak play-off pasukan Karl Robinson harus tumbang dari Wycombe Wanderers 1-2.

Pada musim ini, torehan Oxford terbilang menurun dengan hanya bertengger di peringkat ke-11. Padahal, Matty Taylor dkk masih ditukangi oleh Karl Robinson.



Simak Video "Misi Balas Dendam Guardiola untuk Chelsea-nya Tuchel"
[Gambas:Video 20detik]
(pur/aff)