Karena Kai Havertz Bukanlah Diego Costa

Yanu Arifin - Sepakbola
Senin, 12 Apr 2021 09:15 WIB
LONDON, ENGLAND - JANUARY 27: Kai Havertz of Chelsea in action during the Premier League match between Chelsea and Wolverhampton Wanderers at Stamford Bridge on January 27, 2021 in London, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Richard Heathcote/Getty Images)
Kai Havertz. (Foto: Getty Images/Richard Heathcote)
London -

Pelatih Chelsea, Thomas Tuchel, tidak akan menjadikan Kai Havertz seperti Diego Costa. Begini katanya.

Havertz baru pecah telur bikin gol saat Chelsea mengalahkan Crystal Palace 4-1 di Selhurst Park, Sabtu (10/4/2021). Pemain Jerman itu membuat satu gol, yang menjadi gol keenamnya bersama The Blues.

Havertz sebelumnya dikritik karena dianggap kurang kontribusi. Gaya mainnya terkesan ia malas berduel untuk mendapatkan bola.

Namun, Tuchel membela pemain yang diberi dari Bayer Leverkusen itu. Ia menilai, Havertz bukan pemain seperti Diego Costa, yang selalu ingin berduel di lapangan, seraya menegaskan Havertz masih dalam tahap adaptasi.

"Dia bukan orang yang akan membuat Anda merasa marah atau marah. Untuk beberapa, Anda merasa mereka harus bertarung dengan orang lain untuk mendapatkan momentum tertentu. Dia bukan tipe orang Diego Costa, ini sederhana dan saya tidak akan pernah menuntut dia menjadi seperti ini," kata Tuchel dilansir Sky Sports.

"Kadang-kadang Anda tidak bisa bingung dengan bahasa tubuhnya bahwa dia tidak memberikan segalanya. Dia karakter yang sangat pendiam, tetapi dia sangat menyadari kualitasnya. Saya hanya bisa mengulangi apa yang dia lakukan."

"Dia pindah klub dari Leverkusen ke Chelsea, klub di mana Anda perlu memenangkan pertandingan dan tampil dan semua orang mengharapkan ini. Jadi saya sangat senang karena dia keluar dari zona nyamannya dan dia siap untuk menunjukkannya."

"Yang bisa kami tuntut dari dia adalah kualitas dan inilah cara dia membantu tim dan menjadi pemain penting, jika dia bisa menunjukkannya secara reguler dan terlibat dalam pertandingan dan menunjukkan kualitasnya di lapangan," jelas manajer asal Jerman itu.

(yna/aff)