Klub Peminat Harry Kane Wajib Belajar dari Pengalaman Sir Alex

Kris Fathoni W - Sepakbola
Senin, 12 Apr 2021 18:40 WIB
Tottenhams Harry Kane celebrates after scoring the opening goal during the Europa League round of 16, first leg, soccer match between Tottenham Hotspur and Dinamo Zagreb at the Tottenham Hotspur Stadium in London, England, Thursday, March 11, 2021. (AP photo/Alastair Grant, Pool)
Klub Peminat Harry Kane Wajib Belajar dari Pengalaman Sir Alex. (Foto: AP/Alastair Grant)
Jakarta -

Harry Kane lagi banyak peminat. Tapi klub-klub top yang meminati pemain Tottenham Hotspur itu wajib belajar dari pengalaman Sir Alex Ferguson semasa di Manchester United.

Hal itu berkaitan erat dengan kesulitan yang dihadapi oleh Sir Alex ketika hendak merekrut pemain dari Tottenham Hotspur. Secara spesifik, pengalaman dalam menggaet Dimitar Berbatov.

Dimitar Berbatov meninggalkan Spurs untuk gabung Man United pada September 2008. The Red Devils menebusnya 30,75 juta paun dari the Lily Whites, yang ketika itu mengklaim juga sudah menerima tawaran dari Manchester City.

Selepas transfer Berbatov ke MU rampung, Berbatov menegaskan tak pernah memikirkan Man City. Sementara Arsene Wenger, saat itu manajer Arsenal, sempat menuding bahwa Spurs sudah menggunakan trik ini-itu demi menegosiasikan harga lebih tinggi buat Berbatov.

MANCHESTER, UNITED KINGDOM - OCTOBER 21:  Dimitar Berbatov of Manchester United celebrates his second goal during the UEFA Champions League Group E match between Manchester United and Celtic at Old Trafford on October 21, 2008 in Manchester, England.  (Photo by Alex Livesey/Getty Images)Dimitar Berbatov semasa di Manchester United. Foto: Alex Livesey/Getty Images

Sir Alex Ferguson sendiri pernah menuangkan pengalaman alotnya melakukan negosiasi dengan kubu Spurs, secara spesifik Daniel Levy yang kini juga jadi chairman klub London tersebut, dalam bukunya di tahun 2015.

Dikisahkan Sir Alex, Daniel Levy saat itu memasang strategi mengulur-ulur waktu sampai dengan hari terakhir penutupan bursa transfer musim panas -- sesuatu yang lazimnya tak suka dilakukan MU eranya Sir Alex Ferguson.

Pihak Setan Merah kemudian kian diburu waktu setelah mendengar Levy berusaha menjual Berbatov ke Manchester City. Jadilah Sir Alex dan petinggi MU lainnya langsung mencarter, menerbangkan Berbatov ke Manchester, dan menyepakati perjanjian dengan pemain bersangkutan. Yang tersisa tinggal mencapai kata sepakat dengan Tottenham mengenai nilai transfer.

"Kemudian Levy kembali ke kami dan bilang ia butuh Frazier Campbell, salah satu striker muda kami, sebagai bagian dari kesepakatan. [Chief executive] David Gill keberatan, jadi Levy sedikit menaikkan harga transfer Berbatov."

"Pada akhirnya, agar bisa menuntaskan transfer, dan menambah kerugian kami, kami mengirim Campbell sebagai pemain pinjaman ke White Hart Lane dan tetap membayar transfer (Berbatov) dengan harga yang sudah dinaikkan. Kami sibuk sampai larut untuk mengecek dan menandatangani surat-surat dokumen, demi memastikan semuanya beres sebelum tengah malam."

"Seluruh pengalaman itu lebih menyakitkan ketimbang menjalani operasi pinggulku," tutur Sir Alex Ferguson mengisahkan.

Daniel Levy memiliki reputasi sebagai salah satu negosiator alot di dunia sepakbola, yang punya segala cara untuk memastikan Tottenham bisa memaksimalkan potensi tambahan nilai transfer pemain yang sedang jadi incaran klub lain. Tentu saja saat ini ada nama Harry Kane.

Penyerang internasional Inggris itu dispekulasikan bisa saja pindah ke klub lain pada musim panas. Sejauh ini ada Manchester City dan Real Madrid yang digadang-gadang sebagai peminat terkuat Harry Kane.

(krs/ran)