Shawberto Carlos, Luke Shaw seperti Roberto Carlos

Kris Fathoni W - Sepakbola
Kamis, 15 Apr 2021 14:00 WIB
WEST BROMWICH, ENGLAND - FEBRUARY 14: Luke Shaw of Manchester United during the Premier League match between West Bromwich Albion and Manchester United at The Hawthorns on February 14, 2021 in West Bromwich, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Michael Steele/Getty Images)
Shawberto Carlos, Luke Shaw seperti Roberto Carlos. (Foto: Getty Images/Michael Steele)
Jakarta -

Luke Shaw belakangan ini dimirip-miripkan dengan Roberto Carlos berkat performanya sebagai bek kiri. Ada pula julukan 'Shawberto Carlos'.

Julukan itu tampak dilontarkan oleh suporter Manchester United sebagai bentuk apresiasi kepada Luke Shaw yang sudah tampil prima pada musim ini dan bahkan menjadi pemain terbaik the Red Devils untuk bulan Februari dan Maret.

Sebuah pujian tinggi mengingat Roberto Carlos punya karier mentereng, antara lain di Inter Milan dan Real Madrid, selain juga membela timnas Brasil selama 14 tahun.

29 Feb 2000:  Roberto Carlos of Real Madrid in action during the UEFA Champions League match against Bayern Munich at the Bernabeu Stadium in Madrid, Spain.  Bayern Munich won the match 4-2.  Mandatory Credit: Shaun Botterill /AllsportRoberto Carlos semasa di Real Madrid pada tahun 2000. Foto: Shaun Botterill /Allsport

Luke Shaw sendiri tersanjung dengan komparasi itu. Tapi pemain internasional Inggris itu mengaku sama sekali tidak layak dibandingkan dengan Roberto Carlos. Ia pun geli sendiri saat melihat meme 'Shawberto Carlos'.

"Jujur, kadangkala aku tertawa melihat hal-hal di media sosial dan terkadang teman-teman di grup pun mengirimiku hal semacm itu," kata Luke Shaw di situs resmi ManUtd.com.

"Aku tidak bisa dikomparasikan dengan dirinya, dia itu luar biasa! Aku tahu (ada yang membandingkan dengan Roberto Carlos) dan menyenangkan bisa dibanding-bandingkan dengan dirinya, tapi aku sendiri sih tertawa saja!".

Buat Luke Shaw sendiri, sosok Roberto Carlos sebenarnya bukanlah bek kiri yang jadi panutan utamanya saat tumbuh sebagai pesepakbola.

"Mengenang masa-masaku tumbuh dan pada eraku saat itu, aku akan bilang Ashley Cole (adalah yang terbaik). Aku banyak memperhatikan dirinya dan mendasarkan permainanku pada dirinya, dan aku ingin jadi sepertinya sebagai pemain."

"Aku selalu jadi penggemar beratnya dan saat tumbuh benar-benar meyakini bahwa ia adalah salah satu bek kiri terbaik dunia. Buatku, ia adalah salah satu full-back yang punya kemampuan sama baiknya dalam menyerang dan bertahan," tutur Luke Shaw.

(krs/mrp)