Buat Guardiola, European Super League Sudah Tamat

ADVERTISEMENT

Buat Guardiola, European Super League Sudah Tamat

Novitasari Dewi Salusi - Sepakbola
Kamis, 22 Apr 2021 20:00 WIB
LONDON, ENGLAND - APRIL 17: Pep Guardiola, Manager of Manchester City  looks on  during the Semi Final of the Emirates FA Cup match between Manchester City and Chelsea FC at Wembley Stadium on April 17, 2021 in London, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Ian Walton - Pool/Getty Images)
Manajer Manchester City Pep Guardiola sudah tutup buku soal European Super League (Foto: Getty Images/Pool)
Birmingham -

Manajer Manchester City Pep Guardiola sudah menutup buku soal European Super League. Baginya, bab soal European Super League sudah selesai.

Manchester City jadi salah satu dari 12 klub yang ikut mendeklarasikan European Super League pada Minggu (18/4/2021) lalu. Proyek tersebut kemudian menimbulkan pro dan kontra di berbagai kalangan.

Dua hari berselang, The Citizens menarik diri dari European Super League menyusul besarnya gelombang protes dari suporter. City jadi klub Inggris pertama yang mundur dari European Super League, yang kemudian disusul oleh lima klub Premier League lainnya.

Atletico Madrid dan Inter Milan kemudian mengikuti langkah enam klub Inggris itu dengan menarik diri dari European Super League. Kelanjutan proyek ini pun kini jadi tanda tanya.

Usai mengantar Manchester City menang 2-1 atas Aston Villa di lanjutan Premier League, Kamis (22/4/2021) dini hari WIB, Pep Guardiola menyebut bahwa perkara European Super League sudah selesai.

"Sebagai klub, kami menerima dan belajar dan fokus ke alasan kenapa kami di sini," ujar Guardiola yang timnya sudah makin dekat dengan gelar juara Premier League usai menang atas Villa.

"Itu adalah babak yang sudah selesai, bab yang sudah ditutup. Mereka (bos-bos City) tidak perlu meminta maaf (kepada saya), saya kenal mereka, saya tahu seperti apa mereka," ucap Guardiola seperti dilansir BBC.

Meski demikian, Manchester City tetap melayangkan permintaan maaf kepada para suporternya. Permintaan maaf tersebut dikirim kepada fans lewat surat elektronik, Rabu (21/4/2021) waktu setempat.

"Kami gagal mengingatkan diri kami sendiri tentang hubungan yang tak terpatahkan antara gairah fans dan hak untuk punya kesempatan meraih sukses. Itu adalah kenyataan yang fundamental untuk DNA Manchester City dan jajaran dewan sangat menyesal telah mengambil keputusan yang tidak mengindahkan nilai-nilai bersejarah klub," demikian bunyi penggalan pernyataan CEO Man City Ferran Soriano.

"Kami membuat kesalahan dan kami dengan tulus meminta maaf kepada fans kami atas kekecewaan, frustrasi, dan penderitaan yang disebabkan oleh 72 jam terakhir ini."

Sebelum Manchester City, Arsenal jadi klub Inggris pertama yang meminta maaf kepada suporter soal European Super League. Bos Liverpool dan Manchester United kemudian juga melakukan hal yang sama.

(nds/yna)

ADVERTISEMENT