Fans MU Vs Keluarga Glazer dari Masa ke Masa

Bayu Baskoro - Sepakbola
Senin, 03 Mei 2021 17:15 WIB
MANCHESTER, ENGLAND - MAY 02: Protesters are seen outside the stadium prior to the Premier League match between Manchester United and Liverpool at Old Trafford on May 02, 2021 in Manchester, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Getty Images/Getty Images)
Fans MU berunjuk rasa menolak Keluarga Glazer selaku pemilik klub. (Foto: Getty Images/Getty Images)
Manchester -

Para penggemar Manchester United melakukan aksi massa menolak Keluarga Glazer menjelang laga kontra Liverpool. Aksi tersebut bukan yang pertama dilakukan.

Ratusan penggemar MU berunjuk rasa di Old Trafford, Minggu (2/5/2021) siang waktu setempat. Mereka menyerukan protes kepada Keluarga Glazer selaku pemilik klub.

Massa aksi membawa spanduk dan papan bertuliskan tuntutan kepada kepada pemilik klub untuk mundur dari MU. Keluarga Glazer dianggap hanya mengeruk keuntungan dari klub tanpa memikirkan prestasi.

Demonstrasi para fans MU bahkan berubah menjadi kericuhan ketika massa aksi menginvasi lapangan Old Trafford. Duel MU vs Liverpool pun terpaksa ditunda akibat kejadian tersebut.

Usut punya usut, ini bukan aksi protes pertama yang dilakukan para penggemar Manchester United kepada Keluarga Glazer. Fans sudah menyampaikan penolakannya sejak Malcolm Glazer mengakuisisi klub pada Juni 2005.

Menukil laporan The Guardian, suporter MU melakukan protes ketika anggota Keluarga Glazer melakukan kunjungan pertama ke Old Trafford pada Juli 2005. Setahun berikutnya, stiker 'Love United Hate Glazer' ditempelkan di kursi Old Trafford saat laga MU vs Middlesbrough.

Kampanye hijau-emas anti-Glazer dimulai pada tahun 2010. Protes tersebut dilakukan lantaran Keluarga Glazer telah mengambil 10 juta paun dari klub untuk 'biaya manajemen dan administrasi', setelah sebelumnya meminjam 10 juta paun secara pribadi pada 2009.

MANCHESTER, ENGLAND - MARCH 10:  Manchester United fans reveal anti Glazer banners during the UEFA Champions League First Knockout Round, second leg match between Manchester United and AC Milan at Old Trafford on March 10, 2010 in Manchester, England.  (Photo by Laurence Griffiths/Getty Images)Kampanye hijau-emas anti-Glazer dari fans MU di Old Trafford tahun 2010. (Foto: Photo by Laurence Griffiths/Getty Images)

Dua tahun berselang, saham MU mulai diperdagangkan di bursa saham New York. Keluarga Glazer menghasilkan 75 juta paun dengan menjual sebagian saham milik mereka.

Malcolm Glazer meninggal dunia pada 2014. Anak-anak dari pebisnis Amerika Serikat itu kemudian menjual 12 juta saham klub dan menghasilkan 129 juta paun, di tengah kemarahan para penggemar.

Pada 2015, Keluarga Glazer mendapat bayaran lebih dari 15 juta paun setiap tahunnya dari klub setelah pengumuman bahwa ada bagi hasil keuntungan kepada pemegang saham Manchester United.

Sebanyak 4,3 juta saham MU kembali dijual Keluarga Glazer dan meraup untung 56 juta paun di tahun 2017. Total uang klub yang didapatkan Keluarga Glazer mencapai 1 miliar paun dalam bentuk bunga, biaya-biaya dan dividen sejak 2005 hingga 2018.

Di awal tahun 2020, utang bersih MU meningkat dari 127,4 juta paun menjadi 429,1 juta paun. Setahun berikutnya, wakil ketua MU Avram Glazer menjual saham klub senilai lebih dari 70 juta paun.

Kemarahan suporter MU berkobar di bulan April 2021 atas upaya Keluarga Glazer untuk membawa klub ke European Super League. Fans membobol tempat latihan klub pada 22 April, lalu menginvasi Old Trafford pada 2 Mei jelang North-West Derby.

(bay/aff)