Kapok, Tuchel Ogah Ribut dengan Klub soal Transfer

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Rabu, 12 Mei 2021 14:10 WIB
Chelseas head coach Thomas Tuchel reacts during the English Premier League soccer match between West Ham United and Chelsea at London Stadium, London, England, Saturday, April 24, 2021. (Andy Rain/Pool via AP)
Thomas Tuchel ogah meributkan soal transfer. (Foto: AP/Andy Rain)
Jakarta -

Chelsea memang butuh sejumlah penguatan, tapi Thomas Tuchel akan berhati-hati membuat pernyataan. Ia tak mau memicu keributan dengan klub karena bursa transfer.

Tuchel membawa Chelsea tampil apik sejak mengambil alih posisi manajer dari Frank Lampard pada akhir Januari lalu. Catatan pertandingannya sejauh ini adalah 17 kemenangan dari 25 laga, dengan The Blues baru dua kali kalah.

Di bawah polesannya, Chelsea dalam jalur tepat untuk mengamankan tiket empat besar Liga Inggris. Finis di posisi tiga adalah target realistis.

Sementara itu, mereka masih berpeluang mengakhiri musim dengan titel. Chelsea akan menghadapi Leicester City di final Piala FA dan melawan Manchester City di final Liga Champions.

Timo Werner dkk digadang-gadang menjadi penantang terkuat Manchester City untuk titel Premier League. Suntikan tenaga baru niscaya dibutuhkan, namun Thomas Tuchel menegaskan tidak akan terlalu vulgar soal transfer.

Ia punya pengalaman ribut dengan manajemen Paris Saint-Germain karena mengeluhkan kewenangan dan ketidakpuasan terkait transfer. Pada Desember tahun lalu, ia menyebut dirinya lebih mirip politisi di dunia olahraga alih-alih seorang manajer.

"Periode transfer bisa benar-benar merusak suasana antara para pelatih dengan klub, dan saya tak mau mengalaminya lagi. Saya tidak punya ambisi untuk menghancurkan atmosfer ini, tidak untuk saya sendiri atau yang lainnya," ungkap Thomas Tuchel dikutip Sky Sports.

"Apakah kami punya ide-ide untuk meningkatkan skuad? Ya, kami punya. Tapi akankah kami meributkannya? Tidak, kami tidak akan. Kami akan mendiskusikannya dan pertama-tama, kami akan menuntaskan musim ini dulu karena ini bukan waktunya untuk merefleksi apa yang terjadi," imbuh pria Jerman ini.

(raw/krs)