Duh, Timo Werner... Makin-makin deh

Yanu Arifin - Sepakbola
Senin, 17 Mei 2021 12:17 WIB
LONDON, ENGLAND - MAY 15: Timo Werner of Chelsea crosses the ball which is blocked by Caglar Soyuncu of Leicester City during The Emirates FA Cup Final match between Chelsea and Leicester City at Wembley Stadium on May 15, 2021 in London, England. A limited number of around 21,000 fans, subject to a negative lateral flow test, will be allowed inside Wembley Stadium to watch this years FA Cup Final as part of a pilot event to trial the return of large crowds to UK venues. (Photo by Matt Childs - Pool/Getty Images)
Timo Werner (kiri) di pertandingan final Piala FA kontra Leicester City di Stadion Wembley, London, Inggris, Sabtu (15/5). (Foto: Matt Childs/Pool/Getty Images)
London -

Timo Werner masih belum memperlihatkan penampilan garang bersama Chelsea. Striker Jerman itu malah dinilai makin menurun.

Terakhir, penampilan Werner di final Piala FA menjadi sorotan. Tampil sejak menit pertama menghadapi Leicester City di Stadion Wembley, London, Inggris, Sabtu (15/5/2021), pemain 25 tahun itu gagal menjadi ancaman buat lawan.

Beberapa kali Werner membuang kesempatan bikin gol, atau bahkan buat rekannya menjebol gawang lawan.

Salah satunya di babak pertama. Menguasai bola dengan bebas, ia membawanya ke depan kotak penalti.

Werner punya dua pilihan, menembak bola langsung atau mengoper rekannya ke samping. Ia mengambil cara pertama, namun sepakannya malah melambung jauh dari gawang Leicester. Chelsea sendiri akhirnya kalah 0-1 dari Leicester di laga itu.

Timo Werner, yang baru membuat 12 gol dan 14 assist sejak dibeli dari RB Leipzig musim ini, dinilai selalu membuat keputusan yang salah. Dan hal itu malah makin kelihatan belakangan ini.

"Saya coba memberinya keuntungan atas keraguan orang-orang pada musim pertamanya. Tapi semakin saya menyaksikannya, dia malah membuat keputusan yang salah," kata Gabriel Agbonlahor, eks striker Aston Villa, kepada talkSport.

"Dia membawa bola, berlari melewati dua bek, dan melepaskan tendangan melewati tiang atas, yang mana seharusnya dioper atau berlari ke arah lain."

"Dia tak konsisten, dan Chelsea, dengan sejarahnya bersama seperti Didier Drogba dan deretan striker yang mereka miliki, harus mencari dan membeli pemain besar, striker yang bisa membuat gol dan hadir di laga-laga penting," katanya.

Chelsea sendiri masih punya satu laga final, yakni di Liga Champions, kontra Manchester City akhir bulan nanti. Apakah Timo Werner masih bisa diandalkan?

(yna/krs)