MU oh MU, kok Doyan Buang-buang Poin di Kandang

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Rabu, 19 Mei 2021 06:15 WIB
Manchester Uniteds players applaud fans after the English Premier League soccer match between Manchester United and Fulham at Old Trafford stadium in Manchester, England, Tuesday, May 18, 2021. (AP Photo/Laurence Griffiths, Pool)
Manchester United suka buang-buang poin di kandang musim ini (AP/Laurence Griffiths)
Manchester -

Manchester United patut menyesali satu hal terkait kegagalan bersaing dengan Manchester City. Itu karena performa kandangnya buruk sekali.

MU melakoni partai kandang terakhirnya musim ini menghadapi Fulham, Rabu (19/5/2021) dini hari WIB, Duel ini terasa spesial karena Old Trafford kembali dipenuhi oleh suporter MU meski jumlahnya cuma sekitar 10.000 orang.

Kembalinya fans tersebut membuat MU bermain semangat sejak menit awal dan Edinson Cavani mampu mencetak gol indah di depan pendukung untuk pertama kalinya. Pada menit ke-15, Cavani melob bola dari jarak 30-40 meter ke gawang Alphonse Areola.

Setelah gol tersebut, MU masih mendominasi permainan dengan menciptakan peluang demi peluang tapi gagal berbuah gol. Di babak kedua, jalannya pertandingan masih serupa, MU begitu bernafsu menyerang.

Sayangnya, MU malah kebobolan di menit ke-76 saat Joe Bryan menanduk bola ke gawang De Gea. MU berupaya mencetak gol tapi sia-sia karena skor 1-1 bertahan hingga laga usai.

Hasil ini memang tidak mengubah posisi tim di klasemen yang sudah memastikan diri jadi runner-up dengan 71 poin. Namun, performa MU yang menurun jelang final Liga Europa pekan depan jadi tanda bahaya.

Apalagi di kandang sendiri musim ini, MU begitu tak berdaya tanpa dukungan fans sedari awal. Dicatat Opta, MU sudah membuang 10 poin dari posisi unggul di rumahnya, termasuk saat kalah 1-6 dari Tottenham Hotspur dan 2-4 dari Liverpool, terbanyak di era Premier League.

Bahkan MU juga kebobolan 28 gol di kandang musim ini, terakhir kali kebobolan lebih banyak adalah pada 1962/1963 sebanyak 38 gol. Catatan kebobolan kandang MU itu cuma lebih baik dari Crystal Palace (28 gol) dan West Bromwich Albion (36 gol).

Bandingkan saja dengan Manchester City yang jadi juara dengan 38 poin di kandang dan cuma kebobolan 17 gol, sama-sama terbaik dbanding tim lainnya. Wajar kalau akhirnya MU kalah bersaing dengan rival sekotanya itu.

Catatan buruk ini tentu tak boleh sampai mempengaruhi performa Manchester United di laga final kontra Villarreal 27 Mei. Apalagi kalau berlanjut sampai musim depan, bisa-bisa Setan Merah gigit jari lagi.

(mrp/bay)