Redupnya Aubameyang di Arsenal Musim Ini

Adhi Prasetya - Sepakbola
Selasa, 25 Mei 2021 04:00 WIB
LONDON, ENGLAND - MAY 06: Pierre-Emerick Aubameyang of Arsenal warms up prior to the UEFA Europa League Semi-final Second Leg match between Arsenal and Villareal CF at Emirates Stadium on May 06, 2021 in London, England. Sporting stadiums around Europe remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Shaun Botterill/Getty Images)
Kontribusi gol Aubameyang menurun musim ini. Foto: Getty Images/Shaun Botterill
Jakarta -

Jebloknya penampilan Pierre-Emerick Aubameyang musim ini selaras dengan menurunnya performa Arsenal. Ada apa dengan penyerang 31 tahun asal Gabon itu?

Aubameyang baru saja memperpanjang kontraknya pada musim ini, tepatnya pada September tahun lalu. Alasannya jelas, ia menjadi sosok vital di lini depan Arsenal.

Mencetak 60 gol dalam dua musim terakhir (2018/19 dan 2019/20) bersama Arsenal menjadi bukti betapa tangguhnya kemampuan Aubameyang menjinakkan kiper lawan. Ketimbang diambil klub lain, Arsenal memilih mengikatnya lebih lama.

Kontrak Aubameyang pun diperpanjang, dari yang tadinya akan tuntas pada 2021, diperpanjang hingga Juni 2023. Ia pun dikabarkan mendapat gaji 250 ribu Pound per pekan. Harapannya, performanya bisa semakin mendongkrak prestasi Arsenal.

Tetapi yang terjadi di lapangan rupanya belum sesuai harapan. Musim ini, torehan gol Aubameyang berkurang nyaris setengahnya dari musim lalu.

Jika pada 2019/20 Aubameyang masih menyumbangkan 29 gol dan 3 assist dari 44 laga, maka pada musim 2020/21 ia hanya menciptakan 15 gol dan 4 assist dari 39 laga.

Memang Aubameyang bermain lebih sedikit musim ini. Ia sempat terserang malaria, berbeda dengan musim lalu yang nyaris bugar 100 persen. Namun penurunan ini tampak juga dipengaruhi faktor lain.

Contohnya soal posisi bermain. Musim lalu, 20 dari 29 gol Aubameyang lahir saat ia dipasang sebagai penyerang sayap, khususnya di kiri. Dari posisi ini, ia seperti lebih bebas untuk bergerak, baik untuk melakukan cut-inside atau 'sekadar' masuk ke kotak penalti untuk menuntaskan peluang.

Musim ini, Aubameyang lebih sering diturunkan sebagai penyerang tengah, yakni 23 kali. Namun jumlah golnya di posisi ini hanya 9, kalah dari Alexandre Lacazette yang mengemas 16 gol dari 36 laga dari posisi ini. Secara natural, Lacazette memang berperan sebagai si nomor 9.

SHEFFIELD, ENGLAND - APRIL 11: Alexandre Lacazette of Arsenal celebrates after scoring their side's first goal during the Premier League match between Sheffield United and Arsenal at Bramall Lane on April 11, 2021 in Sheffield, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Laurence Griffiths/Getty Images)Jumlah gol Lacazette di Arsenal musim ini lebih banyak dari Aubameyang. Foto: (Getty Images/Laurence Griffiths)

Selain soal posisi, yang membuat kontribusi gol Aubameyang menurun adalah karena ketergantungan Arsenal padanya berkurang musim ini. Kini The Gunners punya tiga pemain yang mampu mencetak dua digit gol.

Selain Aubameyang dan Lacazette, ada Nicolas Pepe yang mencetak 12 gol. Hal ini di satu sisi menjadi kelegaan bagi Manajer Arsenal Mikel Arteta, karena ia bisa mengandalkan pemain lain. Namun kondisi ini juga akan menimbulkan tanda tanya kepada Aubameyang.

Bisa jadi, para pemain Arsenal kurang memberinya suplai bola di lini depan. Terlebih kualitas tim Arsenal saat ini hanya mampu finis dua kali beruntun di peringkat delapan Liga Inggris.

Namun bisa jadi peran Aubameyang mulai tergantikan. Jika yang terjadi adalah hal terakhir, Arsenal mungkin harus mulai mencari alternatif, khususnya jika harga (gaji) yang dibayar makin tak seusai dengan harapan di lapangan.

(adp/krs)