Alexander-Arnold Ungkap Pengaruh Besar Van Dijk di Liverpool

Novitasari Dewi Salusi - Sepakbola
Selasa, 20 Jul 2021 02:00 WIB
LIVERPOOL, ENGLAND - DECEMBER 06: Virgil van Dijk of Liverpool reacts as he sits in the stand during the Premier League match between Liverpool and Wolverhampton Wanderers at Anfield on December 06, 2020 in Liverpool, England. A limited number of fans (2000) are welcomed back to stadiums to watch elite football across England. This was following easing of restrictions on spectators in tiers one and two areas only. (Photo by Peter Powell - Pool/Getty Images)
Virgil van Dijk sudah menepi selama sekitar sembilan bulan akibat cedera lutut parah (Foto: Getty Images/Pool)
Jakarta -

Trent Alexander-Arnold menyambut gembira kembalinya Virgil van Dijk ke skuad Liverpool. Dia membeberkan pengaruh besar Van Dijk ke rekan-rekan setimnya.

Van Dijk sudah menepi selama sembilan bulan akibat cedera lutut parah. Cedera tersebut didapat Van Dijk usai ditabrak kiper Everton Jordan Pickford dalam laga derby Merseyside pada Oktober lalu.

Cedera tersebut membuat Van Dijk harus menjalani operasi. Bek internasional Belanda itu pun harus mengakhiri musim lebih cepat dan juga melewatkan Euro 2020.

Virgil Van Dijk kini menunjukkan sinyal positif dalam pemulihannya dan tengah mengikuti latihan pramusim bersama Liverpool di Austria. Bek berusia 30 tahun itu bersiap comeback di Premier League 2021/2022.

Trent Alexander-Arnold menyambut positif kembalinya Van Dijk. Menurutnya, Van Dijk punya pengaruh besar di tim sebagai seorang pemimpin.

"Di tim, dia adalah pembeda terbesar buat kami. Dia orang yang hebat, pemain yang luar biasa. Dampak yang dia miliki besar buat kami," ujar Alexander-Arnold soal Van Dijk kepada situs resmi klub.

"Dia tahu itu dan tahu peran yang harus dia mainkan di dalam tim, sebagai seorang pemimpin dan salah satu kapten

"Dia bagian besar dari tim dan semua orang sangat senang melihatnya kembali berlatih dan ada di tim," katanya.

Absennya Virgil van Dijk, dan juga Joe Gomez yang cedera lutut serius, disebut-sebut berpengaruh terhadap kegagalan Liverpool mempertahankan gelar Premier League musim lalu. Melewati hampir sebagian besar musim tanpa dua bek tengahnya itu, Liverpool kebobolan 42 gol di Premier League dan akhirnya finis ketiga.

(nds/adp)