ADVERTISEMENT

Kelompok Feminis Terbangkan Banner Protes ke Ronaldo!

Bayu Baskoro - Sepakbola
Minggu, 12 Sep 2021 09:19 WIB
MANCHESTER, ENGLAND - SEPTEMBER 11: Cristiano Ronaldo of Manchester United during the Premier League match between Manchester United and Newcastle United at Old Trafford on September 11, 2021 in Manchester, England. (Photo by Clive Brunskill/Getty Images)
Cristiano Ronaldo diprotes kelompok feminis di laga MU vs Newcastle. (Foto: Getty Images/Clive Brunskill)
Manchester -

Laga perdana Cristiano Ronaldo di Old Trafford musim ini diwarnai aksi protes. Kelompok feminis menerbangkan spanduk nama yang diduga korban perkosaan CR7.

Ronaldo menjalani 'debut' bersama Manchester United, Sabtu (11/9/2021) malam WIB di Old Trafford. Setan Merah kedatangan tamu Newcastle United dalam lanjutan Premier League.

Ronaldo tampil gemilang di laga itu dengan menyumbang dua gol ke gawang Newcastle. Man United mengakhiri laga dengan kemenangan meyakinkan 4-1.

Ada satu pemandangan tak biasa di tengah pertandingan Man United vs Newcastle. Sebuah pesawat terbang di atas Old Trafford dengan membawa spanduk putih bertuliskan 'Believe Kathryn Mayorga'.

Usut punya usut, spanduk tersebut dibentangkan oleh kelompok feminis Level Up. Hal itu dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada Kathryn Mayorga, perempuan Amerika Serikat yang diduga menjadi korban pemerkosaan Cristiano Ronaldo 12 tahun lalu.

"Kami menerbangkan pesawat di atas lapangan Man United dan pesan kami sangat singkat: Percaya Kathryn Mayorga," begitu isi pernyataan resmi Level Up di akun Twitter @we_level_up.

"Katakan TIDAK pada budaya bungkam seputar pelecehan dari komunitas sepakbola. Ikrarkan solidaritas anda dengan Kathryn & para penyintas," pungkasnya.

Komunitas Level Up sebelumnya mengajukan petisi daring yang menuntut supaya Ronaldo bertanggung jawab atas kasus pemerkosaan terhadap Mayorga. CR7 dituding berupaya membungkam Mayorga dengan cara memberikan uang tutup mulut sebesar 375 ribu dolar AS di tahun 2010.

Penyelidikan kriminal kasus ini berakhir pada 2019 karena kurangnya bukti yang menguatkan. Tim kuasa hukum Mayorga kemudian menggugat Ronaldo secara perdata dan menuntut ganti rugi sebesar 65 juta euro.

Cristiano Ronaldo melalui kuasa hukumnya menolak jika dirinya dikatakan sebagai pelaku pemerkosaan. Dia mengklaim hubungan yang terjadi dengan Kathryn Mayorga saat itu adalah konsensual.

Tonton juga sosok Stanve, Jago Matematika Tingkat Dunia Asal Tangerang

[Gambas:Video 20detik]



(bay/adp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT