Upaya Lawan Rasisme, Lukaku Minta Jangan Sekadar Berlutut

Yanu Arifin - Sepakbola
Kamis, 23 Sep 2021 22:00 WIB
LONDON, ENGLAND - SEPTEMBER 11: Romelu Lukaku of Chelsea takes a knee in support of the Black Lives Matter movement prior to the Premier League match between Chelsea and Aston Villa at Stamford Bridge on September 11, 2021 in London, England. (Photo by Eddie Keogh/Getty Images)
Striker Chelsea, Romelu Lukaku. (Foto: Eddie Keogh/Getty Images)
London -

Romelu Lukaku menyebut aksi berlutut di Liga Inggris tidak efektif untuk memerangi rasisme. Striker Chelsea itu meminta aksi yang lebih kuat.

Liga Inggris mengampanyekan aksi berlutut sebelum pertandingan. Aksi itu digalakkan usai aksi Black Lives Matter.

Namun, beberapa pemain mulai gerah dengan aksi itu. Winger Crystal Palace, Wilfried Zaha, menolak berlutut karena menganggapnya malah merendahkan.

Kemudian, bek kiri Chelsea Marcos Alonso juga mengomentari aksi berlutut. Pemain Spanyol itu menyebut aksi itu kurang efektif.

Dan kini Romelu Lukaku yang berkata serupa. Pemain Chelsea yang baru kembali ke Liga Inggris itu berharap ada aksi yang lebih kuat.

"Saya pikir kami dapat mengambil posisi yang lebih kuat, pada dasarnya," kata Lukaku kepada CNN Sport.

"Ya, kami berlutut, tetapi pada akhirnya semua orang bertepuk tangan, tetapi kadang-kadang setelah pertandingan, Anda melihat penghinaan lain," ungkapnya.

Lebih lanjut, Lukaku menyarankan para pemain papan atas duduk bersama bos media sosial dan pemangku kepentingan lainnya. Hal itu bertujuan membantu mengatasi masalah rasisme di platform mereka.

"Kapten dari setiap tim, dan empat atau lima pemain, seperti tokoh besar dari setiap tim, harus mengadakan pertemuan dengan CEO Instagram dan pemerintah serta FA (Asosiasi Sepak Bola) dan PFA (Asosiasi Pesepakbola Profesional), dan kami hanya harus duduk di sekitar meja dan mengadakan pertemuan besar tentang itu," ujar Lukaku.

"Saya pikir kami semua bersama-sama, mengadakan pertemuan besar dan membicarakan hal-hal yang perlu ditangani untuk melindungi para pemain. Jika Anda ingin menghentikan sesuatu, Anda benar-benar dapat melakukannya," harap Romelu Lukaku.

(yna/krs)