Cristiano Ronaldo Dicap Malas Bertahan di MU

Yanu Arifin - Sepakbola
Minggu, 03 Okt 2021 18:45 WIB
MANCHESTER, ENGLAND - SEPTEMBER 29: Cristiano Ronaldo of Manchester United reacts during the UEFA Champions League group F match between Manchester United and Villarreal CF at Old Trafford on September 29, 2021 in Manchester, England. (Photo by Michael Regan/Getty Images)
Striker MU, Cristiano Ronaldo. (Foto: Getty Images/Michael Regan)
Manchester -

Kedatangan Cristiano Ronaldo ke Manchester United bak sisi mata uang. CR7 masih begitu tajam, namun masih memperlihatkan kekurangannya: malas bertahan.

Ronaldo kembali ke MU pada musim panas ini. Performa pemain 36 tahun itu masih layak diacungi jempol dalam urusan menjebol gawang lawan.

Dari 6 penampilannya sejauh ini, Ronaldo sudah bikin 5 gol untuk MU di semua kompetisi. Tiga ia cetak di Premier League, dan dua di Liga Champions.

Namun, ketajaman Ronaldo tak diikuti hasil oke MU. Dari lima laga terakhir, pasukan Ole Gunnar Solskjaer baru menang dua kali, dua kalah, dan sekali imbang.

Terakhir, Manchester United ditahan imbang Everton 1-1 di Old Trafford, pada pekan ke-7 Liga Inggris, Sabtu (2/10/2021). Di laga itu, Cristiano Ronaldo dicadangkan Solskjaer, dan baru dimainkan pada menit ke-57, menggantikan Edinson Cavani.

Ada sorotan terkait gaya permainan Ronaldo. Eks pelatih asal Belanda, Danny Blind, menyebut Ronaldo masih malas membantu pertahanan lawannya.

Whoscored mencatat, salah satu kelemahan Ronaldo memang urusan bertahan. Statistik memperlihatkan, pemilik 5 Ballon d'Or itu tidak membuat tekel sama sekali di Liga Inggris.

"Ronaldo benar-benar perlu memainkan peran aktif. Seperti 'luangkan waktumu'. Anda juga melihat pemain lain melihat Anda seperti, 'bagaimana kita menyelesaikannya?" kata Blind, yang pernah melatih Timnas Belanda, kepada Sportnieuws.

"Biasanya, striker berlari dari satu bek tengah ke bek tengah lainnya. Hal ini menyebabkan banyak miskomunikasi. Sekarang, mereka tidak bermain dengan pola yang mereka kenal. Ketika bola dibelokkan, Anda melihat Paul Pogba menyuruh mereka harus memberikan semua tekanan."

"Cristiano Ronaldo tidak melakukan itu. Dia tidak seperti itu. Dia hanya memikirkan gol dan berharap orang lain akan merebut bola," katanya.

(yna/aff)