Nonton MU vs Arsenal di Old Trafford Bareng Detikcom (1)

Nonton MU vs Arsenal di Old Trafford Bareng Detikcom (1)

- Sepakbola
Sabtu, 15 Apr 2006 03:30 WIB
London - Minggu lalu tiga pemenang kuis English Premier League yang diselenggarakan detikcom menikmati hadiahnya: nonton langsung pertandingan Manchester United versus Arsenal di stadion Old Trafford.Perjalanan dan pengalaman tersebut dituturkan wartawan detikcom yang berada di London, Liza Arifin, yang sekaligus menjadi guide untuk para pemenang yang beruntung itu:"Peserta mendarat di Bandara Heathrow, London, menggunakan pesawat Singapore Airlines hari Sabtu (8/4/2006) malam sekitar pukul 19.30 dan sejam kemudian baru keluar dari pabean.Rona excitement bercampur rasa letih terpancar dari lima orang yang saya jemput itu, setelah menempuh perjalanan 16 jam dari Jakarta. Selain tiga pemenang, yakni Magdalena Pasaribu, Arief Indro Susmoyo, dan Aan Chayo Utomo, dua peserta lainnya adalah Arif Rusmana dari pihak Indosat selaku partner kuis ini serta Binsar Pasaribu, suami Magdalena.Dari Heathrow kami melanjutkan perjalanan dengan menggunakan kereta api bawah tanah. Sekitar satu jam kemudian kami tiba di hotel, lalu menyempatkan diri makan malam di daerah terkenal di kawasan Leicester Square bernama West End. Di tempat itu kami tidak berlama-lama dan segera kembali ke hotel karena mesti istirahat untuk berangkat ke Manchester esok pagi.Start jam 8.30, kereta membawa kami sampai di stasiun Piccadily, Manchester, empat jam kemudian. Setelah mengisi perut, meski pertandingan masih tiga jam lagi, kami langsung naik trem menuju Old Trafford. Namun sesampainya di sana massa sudah mulai menyemut.Seperti yang biasa dilakukan calon penonton dari luar kota, sebelum masuk stadion kami terlebih dulu menyerbu mega store Old Trafford untuk berbelanja suvenir, sementara suami saya mencari tiket tambahan karena ia, anak kami dan Binsar memang tidak termasuk rombongan "resmi".Setelah puas, kami pun bersiap memasuki stadion berjuluk "Theatre of the Dream" itu. Suami saya, setelah mondar-mandir mencarinya lebih dari setengah jam, pun berhasil mengantongi dua lembar tiket yang diperoleh dari calo, yang tentu saja harganya lebih mahal. Dua tiket seharga 90 pounsdsterling itu diperuntukkan buat Binsar dan anak kami, sementara suami saya memutuskan tidak ikut nonton dan menunggu di luar. Karena pembelian tiket terpisah, tempat menonton kami pun tidak satu lokasi. Magdalena tentu saja memilih bergabung dengan suaminya dan menukar tiketnya dengan karcis anak saya. Tempat duduk mereka di belakang gawang, sedangkan sisanya di dekat tunnel pemain. Aan, Arief dan Susmoyo tak henti-hentinya memotret ke segala penjuru. Semua mereka jepret dari pemain hingga penonton lain dan, tentu saja, sesama kami. Saya yakin Binsar dan Magdalena melakukan hal yang sama.Kebetulan kami semua fans Manchester United kecuali Arief dan Susmoyo yang merupakan pendukung Chelsea. Tak heran jika mereka berharap "Setan Merah" dapat dikalahkan The Gunners agar The Blues aman di puncak klasemen."Awas, kalau MU kemasukan jangan teriak-teriak gembira," wanti-wanti saya kepada mereka. "Tenang, Mbak," ujar Susmoyo, yang tentu saja sadar dirinya tak mau dipelototi ribuan orang bule di tempat itu jika mensyukuri gol di jala MU.Lucunya, meskipun tidak berharap MU menang, tapi sebelum masuk stadion Susmoyo memasang taruhan untuk tuan rumah. "Habis pasar taruhan nggak ada yang menjagokan Arsenal," cetusnya. "Saya pasang 2-0 buat MU." (a2s/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads