Fans Newcastle Diimbau Tak Berpenampilan bak 'Orang Arab'

Bayu Baskoro - Sepakbola
Selasa, 19 Okt 2021 10:49 WIB
NEWCASTLE UPON TYNE, ENGLAND - OCTOBER 17: Fans of Newcastle United pose for a photograph prior to the Premier League match between Newcastle United and Tottenham Hotspur at St. James Park on October 17, 2021 in Newcastle upon Tyne, England. (Photo by Getty Images/Getty Images)
Fans Newcastle bergaya bak 'Orang Arab' usai diakuisisi konsorsium Arab Saudi. (Foto: Getty Images/Getty Images)
Newcastle -

Banyak dari fans Newcastle United berpenampilan ala Timur Tengah usai akuisisi klub oleh konsorsium milik Mohammed bin Salman. Hal itu rupanya menjadi sorotan.

Newcastle resmi diakuisisi oleh Public Investment Fund (PIF). Konsorsium asal Arab Saudi itu mengambil alih kepemilikan The Magpies dari Mike Ashley seharga 300 juta paun (Rp 5,7 triliun).

PIF bertekad menyulap Newcastle menjadi tim papan atas Premier League. Sejumlah fulus segar kabarnya siap digelontorkan guna mendongkrak performa skuad asuhan Steve Bruce tersebut.

Akuisisi klub oleh PIF disambut suka cita dari para penggemar Newcastle United. Tidak sedikit dari mereka yang mengibarkan bendera Arab Saudi, hingga berpakaian ala Timur Tengah.

Beberapa suporter terlihat memakai gamis dan sorban dalam laga Newcastle vs Tottenham Hotspur di St. James Park akhir pekan lalu. Para fans membuat sorban buatan sendiri dengan corak warna hitam dan putih khas The Toon Army.

NEWCASTLE UPON TYNE, ENGLAND - OCTOBER 17: Fans of Newcastle United dressed in Fancy Dress are seen prior to the Premier League match between Newcastle United and Tottenham Hotspur at St. James Park on October 17, 2021 in Newcastle upon Tyne, England. (Photo by Stu Forster/Getty Images)Fans Newcastle mengenakan sorban di St. James Park. (Foto: Getty Images/Stu Forster)

Perilaku fans yang berpenampilan ala Timur Tengah itu mendapat sorotan tajam dari organisasi anti-diskriminasi sepakbola, Kick It Out. Melansir Daily Mail, Kick It Out menghimpun keluhan khusus terkait hal ini pada Senin (18/10/2021).

Pemakaian gamis dan sorban dalam upaya meniru masyarakat Arab Saudi dan Timur Tengah dinilai sebagai tindakan rasis, ofensif, atau tidak peka budaya. Kick It Out siap menawarkan lokakarya pendidikan perihal topik tersebut di Newcastle.

Ulah fans Newcastle United yang berpakaian ala Timur Tengah juga mendapat perhatian tajam dari Federasi Sepakbola Inggris (FA). Para pejabat senior FA diklaim bakal bertindak apabila pihak klub tidak menangani masalah ini.

Isu cultural appropriation atau penggunaan elemen budaya non-dominan yang bisa memperkuat stereotip, hingga berkontribusi pada penindasan, menjadi pembicaraan utama dalam olahraga Inggris musim ini.

Klub rugbi Inggris, Wasps, pada awal bulan ini menyerukan pelarangan atas pemakaian hiasan kepala penduduk asli Amerika yang banyak dipakai fans Exeter Chiefs. Pihak Exeter menolak larangan tersebut.

(bay/pur)