18 Klub Liga Inggris Lakukan Ini untuk Jegal Dana Arab Saudi ke Newcastle

Adhi Prasetya - Sepakbola
Selasa, 19 Okt 2021 16:17 WIB
NEWCASTLE UPON TYNE, ENGLAND - OCTOBER 17: Fans of Newcastle United dressed in Fancy Dress are seen prior to the Premier League match between Newcastle United and Tottenham Hotspur at St. James Park on October 17, 2021 in Newcastle upon Tyne, England. (Photo by Stu Forster/Getty Images)
Para suporter Newcastle bergaya bak orang Timur Tengah saat hadir ke stadion. Foto: (Getty Images/Stu Forster)
Jakarta -

18 klub Liga Inggris sepakat membekukan sementara aturan yang membolehkan perusahaan yang terkait dengan pemilik klub masuk sebagai sponsor. Tujuannya diyakini untuk menjegal masuknya dana perusahaan dari Arab Saudi ke Newcastle United.

Dilaporkan Sky Sports, keputusan itu diambil pada Senin (18/10) kemarin dalam rapat darurat antara klub-klub Premier League. Klub-klub tersebut sebelumnya merasa kecolongan dengan akuisisi Newcastle oleh Public Investment Fund (PIF), PCP Capital Partners, dan RB Sports & Media senilai 305 juta Pound.

Dengan 80 persen saham Newcastle dimiliki oleh PIF, muncul kekhawatiran The Magpies akan mendapat kucuran dana melimpah dari Arab Saudi berkat kerja sama dengan perusahaan-perusahaan plat merah dari sana, yang bisa membangun Newcastle menjadi tim tangguh di Inggris.

Oleh sebab itu muncul ide untuk membekukan sementara aturan tersebut,dan akan berlaku selama sebulan. Dari 20 klub Premier League, hanya Newcastle yang menolak ide ini. Manchester City abstain, sisanya setuju.

"Jika kami tak memberlakukan larangan ini, tak ada yang bisa menghentikan Newcastle dalam menjalin kerja sama, misalnya kesepakatan senilai 100 juta Pound untuk hak nama stadion dengan perusahaan Arab Saudi yang terkait dengan pemilik klub," ujar salah satu eksekutif di Premier League yang tak disebut namanya.

"Jika sampai mendapat uang segitu, mereka bisa menggunakannya untuk membeli pemain di Januari nanti dan bisa mengakali aturan financial fair play di negara ini," sambungnya.

Pembekuan sementara ini diyakini adalah upaya baru untuk menjegal Newcastle menjadi kekuatan baru Premier League. Sebab, selama dimiliki oleh Mike Ashley, Newcastle pun disponsori oleh Sport Direct, sebuah perusahaan retail yang dimiliki Ashley. Namun tak ada protes terkait hal tersebut.

Proses akuisisi Newcastle dari tangan Ashley juga diketahui berlangsung rumit, bahkan Konsorsium Arab Saudi sempat mundur pada pertengahan tahun lalu karena proses uji kelayakan pemilik yang berbelit-belit, yang diyakini karena klub-klub Premier League menentang hal tersebut.

Lebih dari setahun kemudian, tepatnya di bulan Oktober, akuisisi itu akhirnya diberi lampu hijau setelah mendapat jaminan bahwa pengambil keputusan bukanlah pihak Kerajaan Arab Saudi.

(adp/krs)