Newcastle Kini Persilakan Suporternya Bergaya ala 'Orang Arab'

Kris Fathoni W - Sepakbola
Minggu, 24 Okt 2021 14:00 WIB
NEWCASTLE UPON TYNE, ENGLAND - OCTOBER 17: Fans of Newcastle United dressed in Fancy Dress are seen prior to the Premier League match between Newcastle United and Tottenham Hotspur at St. James Park on October 17, 2021 in Newcastle upon Tyne, England. (Photo by Stu Forster/Getty Images)
Foto: (Getty Images/Stu Forster)
Jakarta -

Lampu hijau diberikan Newcastle United kepada para suporternya untuk terus bergaya ala 'orang Arab'. Sebelumnya, Newcastle sempat mengimbau hal sebaliknya.

Akuisisi Newcastle oleh konsorsium yang diketuai putra mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman turut memunculkan euforia tersendiri di antara suporter the Magpies.

Rasa gembira itu antara lain membuat para suporter kini mendukung Toon Army dengan mengibarkan bendera Arab Saudi, hingga berpakaian ala Timur Tengah. Beberapa suporter terlihat memakai gamis dan sorban.

Pada awalnya Newcastle mengimbau agar para suporternya tidak mengenakan busana semacam itu. Apalagi organisasi anti-diskriminasi sepakbola, Kick It Out, menilai bahwa pemakaian gamis dan sorban dalam upaya meniru masyarakat Arab Saudi dan Timur Tengah dinilai sebagai tindakan rasis, ofensif, atau tidak peka budaya atau culturally inappropriate.

Namun, Newcastle kini mengeluarkan pernyataan terbaru yang isinya mendukung para suporternya untuk mendukung klub kesayangan mereka dengan terus memakai busana 'orang Arab'.

NEWCASTLE UPON TYNE, ENGLAND - OCTOBER 17: Fans of Newcastle United dressed in Fancy Dress are seen prior to the Premier League match between Newcastle United and Tottenham Hotspur at St. James Park on October 17, 2021 in Newcastle upon Tyne, England. (Photo by Stu Forster/Getty Images)Fans Newcastle United berbusana Timur Tengah. Foto: (Getty Images/Stu Forster)

"Menyusul akuisisi klub dua pekan lalu, para pemilik baru sedemikian terpana dengan sambutan komunitas lokal," kata pernyataan Newcastle yang dikutip ESPN.

"Para suporter yang sudah merayakannya dengan memakai busana tradisional bernuansa kultur, termasuk tutup kepala, menjadi bagian dari sambutan itu. Fans yang ingin mendukung klub dengan mengenakan busana terinspirasi-kultur ini dipersilakan terus melakukannya sesuai dengan yang mereka anggap pantas. Apalagi kita semua inklusif."

"Sebagai penegas terkait pernyataan sebelumnya, baik klub maupun pemilik baru tidak merasa tersinggung dengan pemakaian busana itu, dan menghargai pernyataan berisi dukungan dan penerimaan terbuka dari para suporter hebat kami," demikian Newcastle United.

Tonton juga prediksi dan analisis big match Manchester United vs Liverpool berikut ini:

[Gambas:Video 20detik]



(krs/rin)