Skuad Tottenham Pas-pasan, Yakin Conte Bisa?

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Rabu, 03 Nov 2021 11:35 WIB
STOKE ON TRENT, ENGLAND - MARCH 18:  Antonio Conte, Manager of  Chelsea shouts his instructions from the touch line during the Premier League match between Stoke City and Chelsea at Bet365 Stadium on March 18, 2017 in Stoke on Trent, England.  (Photo by Tony Marshall/Getty Images)
Antonio Conte resmi menangani Tottenham Hotspur. (Foto: Getty Images/Tony Marshall)
Jakarta -

Tottenham Hotspur mengalihkan kendali tim ke Antonio Conte. Tapi dengan skuad saat ini, Spurs dinilai masih tetap sulit mengejar empat besar.

Tottenham Hotspur meresmikan Antonio Conte sebagai manajer baru pada Selasa (2/11/2021). Conte menggantikan Nuno Espirito Santo yang dipecat, Senin (1/11) kemarin karena start mengecewakan tim.

Tottenham tercecer di urutan sembilan setelah 10 pekan dengan 15 poin. Mereka memetik lima kemenangan sementara menelan lima kekalahan, termasuk dari Manchester United akhir pekan lalu.

Tapi penunjukan Antonio Conte juga dinilai tak akan seketika membereskan masalah Tottenham. Skuad mereka dinilai tak cukup mumpuni untuk mengejar empat besar.

"Saya sebelumnya berpikir bahwa keputusan yang aneh untuk menyingkirkan Nuno ketika Tottenham melakukannya dan saya mempertanyakan apakah manajer baru yang datang bisa lebih baik dengan sekumpulan pemain itu," ungkap mantan gelandang Chelsea Joe Cole dilansir Metro.

"Mereka tertinggal jauh banget dari empat besar pada saat ini dan mereka butuh investasi besar, penyegaran dari depan ke belakang. Mereka punya pemain-pemain yang bagus dan sejumlah pemain muda bertalenta, seperti Skipp yang sudah menjadi hal positif musim ini."

"Tapi untuk menyaingi rival-rival besar, mereka butuh investasi jauh lebih besar. Apakah nama-nama besar mau datang ke Spurs saat ini?" sambungnya.

Persoalan lain yang dihadapi Tottenham Hotspur adalah masa depan Harry Kane yang belum pasti. Kane sudah menginginkan pergi musim panas lalu tapi batal terwujud dan ini mengganggu atmosfer tim.

"Ada banyak pertanyaan tak terjawab, mereka akan ingin tahu bagaimana masa depan Harry Kane. Ini seperti mereka menahan mantan yang sudah tak betah lagi dan sampai mereka menyelesaikan situasinya, dinamika grup akan terdampak," imbuh Joe Cole.

(raw/rin)