Ini Dia Tangan Kanan Conte yang Bertugas 'Siksa' Pemain Tottenham

ADVERTISEMENT

Ini Dia Tangan Kanan Conte yang Bertugas 'Siksa' Pemain Tottenham

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Selasa, 09 Nov 2021 21:30 WIB
Ajaccios L1 football club assistant coach Giampiero Ventrone (R) attends a training session on July 9, 2013 in Ajaccio, French Mediterranean island of Corsica. AFP PHOTO / PASCAL POCHARD-CASABIANCA (Photo by PASCAL POCHARD CASABIANCA / AFP)
Tangan kanan Antonio Conte, Gien Piero Ventrone, saat melatih Ajaccio. (Foto: AFP/PASCAL POCHARD CASABIANCA)
Jakarta -

Antonio Conte dikenal sebagai manajer yang keras, juga sangat menuntut pemainnya bekerja keras. Salah satu tangan kanannya bertugas 'menyiksa' pemain.

Antonio Conte resmi memulai eranya di Tottenham Hotspur per 2 November lalu. Ia menggantikan Nuno Espirito Santo yang dianggap gagal mengangkat performa Spurs.

Conte datang membawa staf pelatihnya sendiri, plus kemudian merekrut Ryan Mason sebagai salah satu asisten. Ia kini didukung enam orang pelatih, dengan catatan masih belum punya pelatih kiper.

Salah satu dari tim pelatihnya adalah Gian Piero Ventrone, yang punya tugas khusus menggembleng fisik pemain. Ventrone adalah satu dari tiga pelatih kebugaran yang dibawa Conte.

Ventrone bukan nama baru di dunia sepakbola, khususnya di tanah Italia. Ia dikenal bengis. Conte pernah merasakan sendiri polesan tangan dingin pria 61 tahun itu, yang menjadi staf Juventus di era 1990-an dan awal 2000-an.

Para pemain Juventus di era itu menjuluki Ventrone dengan sebutan 'Marinir'. Ia punya tiga moto yang ditanamkannya ke para pemain: 'Berlatih hari ini untuk berlari besok', 'Mati tak apa tapi finis', dan 'Kemenangan milik orang-orang kuat'.

Dia juga punya metode 'bel rasa malu'. Para pemain harus membunyikan bel ini jika merasa tak mampu melanjutkan sesi latihan. Ventrone menggunakan bel ini untuk merangsang pemain agar bisa melampaui batasnya.

Ventrone akan bekerja sama dengan dua pelatih kebugaran lainnya, Constantino Coratti dan Stefano Bruno. Standard menyebut Bruno adalah spesialis pemulihan kondisi.

Menarik untuk dinanti bagaimana perkembangan Tottenham ke depannya. Salah satu hal yang dikritik tajam dari Harry Kane dkk sebelum kedatangan Conte adalah betapa lesu dan pasifnya para pemain.

Antonio Conte sendiri dikenal sebagai manajer yang menuntut para pemainnya untuk bekerja keras. Ia ingin timnya cepat dalam transisi, juga selalu solid dan bergerak bersama-sama saat tak menguasai bola.

Bek Tottenham Sergio Reguilon mengungkapkan bagaimana sesi latihan bersama Conte sudah terasa berat. Ia mesti lebih banyak berlari dan juga harus menyaksikan banyak rekaman video untuk meningkatkan pemahaman taktik.

"Saya harus menyaksikan banyak video, sementara staf melakukan apa yang mereka inginkan di lapangan. Saya sangat menikmati posisi baru ini karena bisa lebih menyerang, tapi saya mesti lari dua kali lipat!" kata Reguilon.



Simak Video "Jelang Spurs Hadapi Man City, Conte Jalani Operasi"
[Gambas:Video 20detik]
(raw/aff)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT