MU Mau Gantikan Ole dengan Ralf Rangnick, si Profesor Gegenpress?

ADVERTISEMENT

MU Mau Gantikan Ole dengan Ralf Rangnick, si Profesor Gegenpress?

Kris Fathoni W - Sepakbola
Rabu, 10 Nov 2021 15:20 WIB
SALZBURG, AUSTRIA - NOVEMBER 29:  Ralph Rangnick, head coach of Leipzig reacts during the UEFA Europa League Group B match between RB Salzburg and RB Leipzig at  on November 29, 2018 in Salzburg, Austria.  (Photo by Alexander Hassenstein/Getty Images)
Foto: Alexander Hassenstein/Getty Images

Pengaruh buat Klopp dan Tuchel

Di Gegenpress, tim yang kehilangan bola dengan cepat melakukan tekanan ke pemain lawan bahkan saat belum berada di area defensif. Gaya ini sejatinya tak dilahirkan Rangnick, tapi ia disebut sebagai pionir yang ikut mempopulerkan.

Gaya Gegenpress sendiri acapkali disebut-sebut sebagai pengembangan dari permainan pressing ketat yang diperkenalkan oleh Valeriy Lobanovskyi, pelatih legendaris Ukraina.

"[Gegenpress adalah] sebuah gaya sepakbola proaktif, mirip dengan cara main Borussia Dortmund dan Liverpool bersama Klopp," ujar Rangnick menjelaskan teori Gegenpress-nya.

"Kami suka menekan dari posisi depan, dengan counter-pressure yang sangat intens. Saat bola kami kuasai, kami tak suka mengoper ke belakang atau ke samping. Kiper juga tak bisa jadi pemain yang paling sering menyentuh bola."

"Nyaris di semua negara dan liga, kiper secara teknis adalah pemain yang paling terbatas dan oleh karena itu kami harus memastikan bahwa bola paling jarang sampai ke kakinya."

"Ini merupakan sebuah (gaya) sepakbola yang cepat, proaktif, menyerang, counter-attacking, counter-pressing, menarik, dan menghibur," tuturnya.

Klopp, yang kini dikenal dengan gaya tersebut, juga pernah mengapresiasi Ralf Rangnick. "(Rangnick) salah satu yang terbaik, bahkan mungkin pelatih Jerman yang terbaik."

Sementara Tuchel sendiri menyerap langsung gaya Gegenpress yang diterapkan Rangnick karena pernah main di bawah arahan si Profesor.

"Thomas menjadi pelatih lewat diriku. Ia adalah pemainku di Ulm dan harus pensiun karena cedera lutut. Aku memberinya pekerjaan sebagai pelatih U-15. Ia awalnya bahkan tak berencana jadi pelatih dan malah bekerja di sebuah bar di Stuttgart," sebut Rangnick seperti dikutip talkSPORT.


(krs/nds)