ADVERTISEMENT

Bisnis Jual-Beli Pemain MU Dipertanyakan!

Afif Farhan - Sepakbola
Selasa, 30 Nov 2021 18:48 WIB
LONDON, ENGLAND - FEBRUARY 09: The Manchester United club badge is put up on the board during the Premier League match between Fulham FC and Manchester United at Craven Cottage on February 09, 2019 in London, United Kingdom. (Photo by Catherine Ivill/Getty Images)
Bisnis Jual-Beli Pemain MU Dipertanyakan! (Getty Images)
Manchester -

Ralf Rangnick dinilai legenda Liverpool, Graeme Souness, bukanlah solusi buat Manchester United. Baginya, MU kerap blunder di bisnis jual-beli pemain!

Manchester United mengumumkan Ralf Rangnick sebagai manajer interim lewat situs resmi klub, Senin (29/11/2021) malam WIB. Rangnick bakal menjadi manajer interim MU hingga akhir musim.

Rangnick mampu memoles para pemain muda untuk mengeluarkan bakat terbaiknya. Sebut saja seperti Roberto Firmino, Sadio Mane, sampai Joshua Kimmich.

Meski begitu, eks pemain Liverpool Graeme Souness menyebut kalau kedatangan Ralf Rangnick bukanlah solusi untuk masalah Manchester United. Setan Merah baginya, setelah era Sir Alex Ferguson, kerap blunder jual-beli pemain!

"Hal yang harus Anda perbaiki suatu klub adalah perekrutan dan sejak Fergie (Sir Alex Ferguson-red) pergi, itu adalah 'masterclass' kesalahan," ketusnya kepada talkSport.

Manchester United telah menghabiskan lebih dari 300 juta Pounds atau setara Rp 5,7 triliun dalam tiga tahun terakhir. Sayangnya, banyak dari pembelian termahal mereka tidak cukup berhasil.

"Seperti tidak ada yang bertanggung jawab. Para petinggi klub tidak ada tuh yang bilang lantang, 'ini pemain yang saya beli'," cecar Souness.

"Jonny Evans diizinkan pergi. Jonny Evans, menurut saya, lebih baik daripada bek tengah mana pun yang MU miliki sekarang. Saya tidak mengerti," lanjutnya.

Graeme Souness menyebut, tak sedikit pemain baru Manchester United yang kesulitan beradaptasi dan malah berujung kegagalan. Padahal sebaliknya, MU sebenarnya punya pemain berpotensi tapi malah disia-siakan.

"Juan Mata adalah pemain yang spesial, tapi tidak pernah diberi kesempatan. Saya bingung, siapa sih penanggung jawab di MU yang membuat klub konsisten bikin kesalahan," tandasnya.

(aff/krs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT