Para Pemain Chelsea Dewasa Tanggapi 'Drama' Lukaku

ADVERTISEMENT

Para Pemain Chelsea Dewasa Tanggapi 'Drama' Lukaku

Afif Farhan - Sepakbola
Selasa, 04 Jan 2022 20:15 WIB
LONDON, ENGLAND - AUGUST 22: Romelu Lukaku of Chelsea looks on during the Premier League match between Arsenal and Chelsea at Emirates Stadium on August 22, 2021 in London, England. (Photo by Michael Regan/Getty Images)
Para Pemain Chelsea Dewasa Tanggapi 'Drama' Lukaku (Getty Images)
London -

Thomas Tuchel mendinginkan semua pihak soal 'drama' Romelu Lukaku yang mengaku tidak bahagia di Chelsea. Tuchel tegaskan, semua pemain tahu dan menerima akan hal itu!

Sky Sports Italia, melansir video wawancara dengan Romelu Lukaku baru-baru ini. Namun disinyalir, video tersebut sudah dilakukan sejak tiga minggu lalu.

Dalam wawancaranya, Lukaku bikin pengakuan mengejutkan. Dirinya rupanya tidak bahagia di Chelsea karena sistem permainan yang diterapkan manajer Thomas Tuchel!

"Secara fisik saya baik-baik saja. Tapi saya tidak senang dengan situasi di Chelsea. Tuchel memilih bermain dengan sistem lain," katanya.

"Saya tidak akan menyerah, saya akan menjadi profesional. Saya tidak senang dengan situasinya tetapi saya profesional - dan saya tidak bisa menyerah sekarang," sambungnya.

LONDON, ENGLAND - SEPTEMBER 14: Romelu Lukaku of Chelsea reacts during the UEFA Champions League group H match between Chelsea FC and Zenit St. Petersburg at Stamford Bridge on September 14, 2021 in London, England. (Photo by Catherine Ivill/Getty Images)Romelu Lukaku (Getty Images/Catherine Ivill)

Romelu Lukaku kena getahnya. Minggu (2/1) kemarin, dirinya tidak masuk dalam skuad Chelsea kala menjamu Liverpool di Liga Inggris.

Bak jadi drama, apa yang disampaikan Romelu Lukaku bisa jadi fokus di dalam tim terpecah. Apalagi di Januari ini, Chelsea dalam jadwal padat di kompetisi Liga Inggris, Piala Liga Inggris, dan Piala FA.

Thomas Tuchel meredakan situasi di klub. Dirinya berujar, 'drama' Lukaku sudah diketahui oleh tim dan semuanya kembali fokus ke pertandingan!

"Saya tidak mengambil keputusan di dalam kantor, tapi di tengah-tengah tim. Ini jadi keputusan bersama," tegasnya seperti dilansir dari Mirror.

"Saya mendengar pendapat para pemain, apa yang mereka pikirkan dan kemudian saya membuat keputusan setelah saya mendengarkan mereka. Itu adalah keputusan mereka," sambungnya.

"Kami memiliki skuad yang harus dilindungi. Kami secara teratur berbicara dengan lima atau enam pemain untuk mendapatkan pendapat dan pandangan mereka. Kami ingin pemahaman yang lebih jelas tentang situasi dan mengambil keputusan di atas dasar yang lebih besar," tutup pria asal Jerman itu.

(aff/yna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT