Kai Havertz Tahan Sakit Sebabak, Lalu Diganti

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Kamis, 06 Jan 2022 17:21 WIB
LONDON, ENGLAND - JANUARY 05: Kai Havertz of Chelsea scores their teams first goal past Hugo Lloris of Tottenham Hotspur during the Carabao Cup Semi Final First Leg match between Chelsea and Tottenham Hotspur at Stamford Bridge on January 05, 2022 in London, England. (Photo by Julian Finney/Getty Images)
Kai Havertz menahan sakit sebabak karena patah jari (Getty Images/Julian Finney)
London -

Manajer Chelsea Thomas Tuchel senang dengan performa Kai Havertz saat mengalahkan Tottenham Hotspur. Terlebih Havertz bermain dengan menahan sakit.

Chelsea menjamu Tottenham di leg pertama semifinal Piala Liga Inggris, Kamis (6/1/2022) dini hari WIB. Pada laga di Stamford Bridge itu, Chelsea menurunkan tim terbaiknya termasuk Havertz, Hakim Ziyech, dan Romelu Lukaku di lini serang.

Chelsea terlalu tangguh untuk Tottenham karena mereka tampil dominan dengan 64 persen penguasaan bola dan menciptakan 19 attempts, enam di antaranya on goal. Tottenham cuma diberikan lima attempts, dua on goal.

Pada menit kelima, Chelsea memimpin duluan lewat gol Kai Havertz yang melepaskan sepakan dan sempat mengenai Davinson Sanchez, sebelum masuk ke gawang. Chelsea menggandakan skor di menit ke-31 karena gol bunuh diri Ben Davies.

Skor 2-0 dipertahankan hingga akhir dan ini jadi modal bagus Chelsea untuk melawat ke markas Tottenham dua pekan mendatang. Tapi, laga ini tidak berakhir manis untuk Havertz.

Sebab, pemain asal Jerman itu harus menahan sakit usai mencetak gol. Rupanya jari kelingking kanan Havertz mengalami dislokasi sehingga bengkok.

Havertz langsung mendapat suntikan penghilang rasa sakit dan bermain dengan jari kelingking dan manisnya diperban. Havertz tetap bermain hingga babak pertama berakhir.

Setelah itu Havertz langsung diganti Timo Werner dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan lebih lanjut. Belum diketahui apakah Kai Havertz harus menjalani operasi atau tidak setelah cedera itu.

"Kai bermasalah dengan jarinya, jarinya patah, dan parah sekali kayaknya," ujar Tuchel di Daily Mail.

"Dia bermain dengan rasa sakit yang makin menjadi-jadi. Dia bertahan hingga babak pertama selesai dan kami harus menggantinya," sambungnya.

(mrp/krs)