Salah Akui Tertekan Selama di Chelsea

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Rabu, 12 Jan 2022 13:40 WIB
SWANSEA, WALES - APRIL 13:  Mohamed Salah of Chelsea reacts after a missed chance on goal during the Barclays Premier League match between Swansea City and Chelsea at Liberty Stadium on April 13, 2014 in Swansea, Wales.  (Photo by Chris Brunskill/Getty Images)
Mohamed Salah gagal total di Chelsea (Getty Images/Chris Brunskill)
Liverpool -

Mohamed Salah mengakui kariernya di Chelsea berantakan karena tekanan hebat saat itu. Tapi, lewat performanya saat ini, Salah sudah membayar tuntas.

Salah sejatinya sempat merasakan Premier League jauh sebelum sukses seperti sekarang. Salah pindah ke Chelsea pada Januari 2014 setelah dibeli 11 juta paun dari FC Basel.

Performa mantap Salah membuat Chelsea dan juga Liverpool saat itu kepincut. Sayangnya, Liverpool harus gigit jari karena Salah tertarik bermain di bawah asuhan Jose Mourinho.

Namun, harapan Salah untuk bersinar di Chelsea tidak kesampaian. Salah gagal total selama 2,5 musim memperkuat Chelsea dan cuma tampil 19 kali dengan torehan dua gol.

Salah pun mengakui kalau saat itu kariernya seperti mimpi buruk dan situasi yang ada membuatnya makin tertekan. Apalagi Mourinho saat itu tidak memberinya kesempatan bermain yang layak.

"Ketika saya melihat lagi ke belakang, saya mendapat saran yang buruk terkait situasi yang ada," ujar Salah dalam wawancara dengan GQ.

"Itu memukul mental saya. Saya tidak bisa mengatasi tekanan media dan juga dari luar. Saya tidak sering bermain saat itu. Saya merasa harus pergi," sambungnya.

Mohamed Salah lantas dipinjamkan ke Fiorentina dan AS Roma. Dua klub itu boleh dibilang menghidupkan lagi kariernya yang sempat "mati" di Inggris sebelum Liverpool membawanya kembali pada 2017.

Setelah itu Salah tampil seperti yang kita tahu saat ini, gol, assist, dan trofi diberikan untuk Liverpool. Salah pun mensejajarkan dirinya dengan Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.

"Anda punya dua pilihan: bilang kepada orang-orang bahwa Anda memang cuma pantas jadi cadangan atau membuktikan bahwa itu salah. Saya harus membuktikan bahwa mereka salah," papar pemain 29 tahun tersebut,

"Hal terbaik yang Anda bisa lakukan adalah bicara serius dengan diri sendiri. Duduk santai seperti ini, sambil minum kopi lalu coba tanya, apa yang sebenarnya kamu butuhkan."

"Ada orang-orang yang takut menerima kenyataan yang ada. Tapi saya sih tidak masalah, Jika sedang kesulitan, saya hadapi saja dan merasakan sendiri seperti apa."

(mrp/cas)