Kenangan Terindah di Highbury
Senin, 08 Mei 2006 12:33 WIB
London - "Ya, aku memberi ciuman perpisahan untuk stadion ini," begitu ujar Thierry Henry yang tadi malam bersujud di Highbury, yang mulai musim depan tinggal menjadi sebuah kenangan terindah publik The Gunners.Suasana haru biru dalam nuansa merah-putih mewarnai farewell party Arsenal dengan stadion yang telah mereka pakai sejak 1913 itu. Seakan didukung alam semesta, perpisahan ini berakhir dengan sangat manis.Di hadapan 38.359 penonton tim London utara ini mengalahkan Wigan Athletic dengan skor 4-2, yang membuat skuad Arsene Wenger finis di peringkat empat Premiership, yang mengamakan tiket otomatis ke Liga Champions musim depan jika gagal mengalahkan Barcelona di final minggu depan di Paris.Yang bikin dramatis adalah keberhasilan itu terwujud setelah rival sekota mereka, Tottenham Hotspur, yang terus bertahan di posisi tersebut, terjungkal dari klub London lainnya, West Ham United, di Upton Park dengan skor 2-1. Alhasil Spurs tergusur karena kalah dua angka dari Arsenal.Momen istimewa lain menyangkut Thierry Henry. Striker internasional Prancis itu, yang masih dibayang-bayangi kemungkinan hengkang, menutup penampilan tujuh tahunnya di Highbury dengan mencetak hat-trick. Total, 114 gol ia ukir dari 125 aksinya di stadion tersebut.Usai mendulang gol ketiganya lewat titik penalti, Henry, yang justru terkenal tak punya ekspresi setiap habis bikin gol, membuat selebrasi yang tak pernah ia lakukan sebelumnya. Ia menjatuhkan badannya ke lapangan, bersujud, dan mencium rumput hijau Highbury."Kami kehilangan banyak pemain di musim ini dan kami melaluinya denga sangat berat. Waktu aku mencium lapangan setelah gol ketiga, aku memaksudkannya sebagai ciuman perpisahan untuk stadion ini," jelas topskor Arsenal sepanjang masa itu.Jika dibanding-bandingkan, barangkali Dennis Bergkamp-lah pemain Arsenal yang mengalami emosi paling dalam dari momen perpisahan ini. Maklum, ia telah memutuskan gantung sepatu dan pertandingan tersebut adalah yang terakhir dalam karir profesionalnya. Sayang memang, ia tidak mencetak gol.Bergkamp adalah salah satu sosok kesayangan publik Highbury karena sikapnya yang gentleman, walaupun "penakut" karena tak pernah berani ikut tur timnya dengan pesawat terbang.Selama sebelas tahun membela Arsenal, Bergkamp memang tidak sesubur Henry, tapi ia punya nilai plus karena tipikal penyerang yang tidak serakah dan lebih sering menjadi pelayan buat tandemnya."Jika Dennis bikin gol, gol itu pasti bukan sembarang gol. Kami selalu menyebutnya 'gol Dennis Bergkamp'. Dia adalah pemain terbaik yang pernah bermain dengan saya sebagai partner. Merupakan mimpi seorang striker jika ada Dennis di tim Anda," demikian Henry pernah memuji pria berusia 37 tahun itu, yang musim lalu sempat didaulat suporternya untuk bermain satu tahun lagi -- dan itu dipenuhinya.Highbury memang memberi banyak cerita dan kenangan buat setiap komunitas Arsenal dari pemain, manajer, sampai fans, yang salah satunya bernama Peter Gospel. Kakek berusia 67 tahun ini mengaku hanya satu kali absen menonton timnya bertanding di stadion yang bahkan selamat dari bom di Perang Dunia II itu, sejak pertama kali menduduki bangkunya pada 6 Mei 1939 (!).Highbury adalah salah satu stadion terkenal yang paling kecil di Eropa. Penggantinya, Emirates Stadium, yang dibangun di kawasan Ashburton Grove dengan biaya 357 juta poundsterling, akan berukuran 4 meter lebih lebar dan panjang dari "pendahulunya" itu. Kapasitasnya pun ditambah menjadi sekitar 60 ribu tempat duduk.Setelah ditinggalkan Arsenal, Highbury akan disulap menjadi 700 unit apartemen mewah, sedangkan sebagian lapangannya dijadikan taman, sementara sebagian rumput dan tempat duduknya akan dilelang untuk umum, yang diperkirakan jadi rebutan.Penyanyi grup legendaris The Who, Roger Daltrey, sampai menuliskan lagu khusus untuk pesta perpisahan ini. Di depan lautan manusia, mengiringi victory lap pemain dan mantan pemain Arsenal, Daltrey menembangkan lagu berjudul Highbury Highs."Aku lebih bersemangat untuk melakukan hal ini ketimbang waktu tampil di (festival musik) Woodstock," cetus Daltrey minggu lalu, sebelum menjadi salah satu saksi hidup dalam momen bersejarah ini.Kini Highbury telah "tiada", tapi setiap cerita dari stadion yang mirip katedral ini akan terus abadi, dan tak seorang pun dari suporter Arsenal yang tidak ingin melupakannya."I was there: Arsenal vs Wigan, May 7, 2006" demikian tulisan yang tertera pada puluhan ribu kaos yang dikenakan para penonton tadi malam. Highbury selalu penting dalam sejarah Arsenal, dan karenanya telah menjadi kenangan terindah.(Foto: bbc) (a2s/)











































